Sleman (MTsN 8 Sleman) โ Pembelajaran kokurikuler kelas VII MTs Negeri 8 Sleman menghadirkan Bapak Fatah, seorang pengusaha kerajinan kulit, sebagai Guest Teacher. Dalam kegiatan tersebut, murid diajak mengenal perjalanan sebuah usaha secara utuh, mulai dari proses mengolah bahan menjadi produk, menjaga kualitas, memasarkan produk, hingga mengelola usaha secara berkelanjutan.
Bapak Fatah berbagi pengalaman bahwa menghasilkan produk kerajinan kulit membutuhkan ketelitian, kreativitas, dan kesabaran. Setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan, perancangan desain, pemotongan, perakitan, hingga penyelesaian akhir harus dilakukan dengan cermat agar menghasilkan produk yang berkualitas. โDalam berusaha, jangan hanya berpikir bagaimana membuat produk. Kita juga harus menjaga kualitas dan terus belajar agar produk yang kita hasilkan memiliki nilai dan dipercaya oleh konsumen,โ pesan Bapak Fatah kepada murid.

Selain proses produksi, murid juga mendapatkan wawasan mengenai strategi pemasaran dan pengelolaan usaha. Bapak Fatah menjelaskan pentingnya memahami kebutuhan konsumen, menentukan harga, membangun kepercayaan pelanggan, serta memanfaatkan berbagai cara untuk memperkenalkan produk. โProduk yang bagus perlu dipasarkan dengan cara yang baik. Kita harus tahu siapa konsumennya, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana membuat mereka percaya terhadap produk yang kita tawarkan,โ jelasnya.
Pengalaman Bapak Fatah menjadi gambaran nyata bagi murid dalam memahami bahwa sebuah usaha tidak dibangun dalam waktu singkat. Diperlukan perencanaan, pengelolaan keuangan, ketekunan, kemampuan membaca peluang, dan keberanian untuk terus berkembang. Melalui kegiatan ini, murid diajak menghubungkan pengalaman narasumber dengan tema โAku dan Masa Depankuโ serta mulai mengenali potensi diri dan kemungkinan pilihan masa depan. โKalau kalian memiliki cita-cita menjadi pengusaha, mulailah dari keterampilan yang kalian sukai. Tekuni, terus belajar, dan jangan takut mencoba,โ pesan Bapak Fatah. (imm)
Tinggalkan Komentar