Sleman (MTsN 8 Sleman) – MTs Negeri 8 Sleman bekerja sama dengan Puskesmas Prambanan menyelenggarakan kegiatan Kader Kesehatan Remaja (KKR) pada Senin, 10 Agustus 2026, bertempat di Aula MTs Negeri 8 Sleman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik mengenai pola hidup sehat serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebagai bekal dalam menjaga kesehatan diri dan membantu sesama di lingkungan madrasah.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari Puskesmas Prambanan, yaitu dr. Dionisius Danu Ega, yang berprofesi sebagai dokter, dan Rizka Destavia Rahayu, S.KM., selaku tenaga Promosi Kesehatan. Kedua narasumber menyampaikan materi secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi pertama, Rizka Destavia Rahayu, S.KM. menyampaikan materi mengenai kesehatan remaja dan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak usia dini. Beliau menjelaskan bahwa masa remaja merupakan periode yang sangat penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sebagai bekal menuju masa dewasa. Peserta diajak menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencukupi waktu istirahat, serta menjaga kesehatan mental dengan membangun pola pikir dan pergaulan yang positif.
Menurut Rizka, Kader Kesehatan Remaja memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan madrasah. Para kader diharapkan mampu menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat sekaligus mengajak teman-temannya untuk membiasakan perilaku yang mendukung kesehatan.
Selanjutnya, dr. Dionisius Danu Ega menyampaikan materi tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman ketika terjadi kecelakaan ringan di lingkungan madrasah maupun di luar madrasah. Peserta dikenalkan pada langkah-langkah dasar penanganan luka ringan, mimisan, terkilir, hingga tindakan yang perlu dilakukan sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh tenaga medis.
Tidak hanya memberikan materi secara teori, dr. Dionisius juga memandu sesi demonstrasi dan praktik sederhana. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari cara membersihkan luka hingga teknik dasar memberikan pertolongan pertama. Suasana aula dipenuhi semangat belajar, terlihat dari banyaknya siswa yang aktif bertanya dan mencoba mempraktikkan teknik yang telah dicontohkan.
Melalui kegiatan pembinaan KKR ini, MTs Negeri 8 Sleman berharap para peserta didik memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk menjaga kesehatan diri serta mampu memberikan pertolongan pertama secara benar ketika menghadapi situasi darurat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara MTs Negeri 8 Sleman dan Puskesmas Prambanan dalam mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat, peduli, tanggap, dan berkarakter. Dengan adanya pembinaan Kader Kesehatan Remaja, madrasah berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga madrasah. (um)
Tinggalkan Komentar