Sleman (MTsN 8 Sleman) โ Upacara bendera hari Senin di MTsN 8 Sleman berlangsung khidmat dan istimewa pada Senin (31/8/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta. Nuansa budaya Yogyakarta semakin terasa ketika seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat Yogyakarta dengan beragam busana yang anggun dan penuh makna. Pemandangan tersebut menjadikan pelaksanaan upacara tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Bertindak sebagai pembina upacara, Erwan Budiyanto, S.Pd., menyampaikan amanat tentang pentingnya membangun komunikasi yang baik sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia tidak dapat terlepas dari komunikasi, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun dalam berinteraksi dengan sesama manusia.
Erwan menjelaskan bahwa komunikasi pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua, yakni komunikasi vertikal dan komunikasi horizontal. Komunikasi vertikal merupakan hubungan manusia dengan Tuhan, sedangkan komunikasi horizontal merupakan hubungan manusia dengan sesama manusia yang harus dibangun dengan sikap saling menghargai, sopan, dan lemah lembut.
โSebagai makhluk individu dan sosial, kita harus mampu berkomunikasi dengan baik, sopan, dan lemah lembut. Komunikasi vertikal kita dengan Allah harus kita perbaiki, salah satunya dimulai dari memperbaiki salat. Setelah hubungan dengan Allah kita jaga dengan baik, hubungan dengan sesama manusia juga harus kita bangun dengan akhlak yang baik,โ pesan Erwan dalam amanatnya.
Menurut Erwan, komunikasi yang baik bukan hanya berkaitan dengan kata-kata yang diucapkan, tetapi juga mencerminkan karakter dan akhlak seseorang. Kesantunan dalam berbicara, menghargai orang lain, serta menggunakan bahasa yang lembut menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis di lingkungan madrasah.
Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh peserta upacara untuk senantiasa memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus meningkatkan kualitas hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Nilai-nilai kesopanan, kelembutan, dan saling menghargai perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Sementara itu, suasana upacara tampak semakin semarak dengan penampilan seluruh peserta yang mengenakan pakaian adat Yogyakarta. Para murid, guru, dan tenaga kependidikan tampil mengenakan busana adat dengan penuh kebanggaan, menciptakan pemandangan yang indah sekaligus mencerminkan semangat nguri-uri budaya Yogyakarta.
Pengenaan pakaian adat tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda. Momentum Hari Jadi DIY diharapkan semakin menumbuhkan rasa bangga terhadap Yogyakarta serta mendorong seluruh warga MTsN 8 Sleman untuk terus menjaga nilai-nilai budaya dan karakter luhur yang diwariskan para pendahulu.
Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat hingga selesai. Semangat peringatan Hari Jadi DIY pun semakin terasa melalui perpaduan antara kedisiplinan dalam mengikuti upacara, pesan penguatan karakter, serta keindahan busana adat Yogyakarta yang dikenakan seluruh warga madrasah. (adp)
Tinggalkan Komentar