Sleman (MTsN 8 Sleman) – Sebanyak puluhan guru dari jenjang Tsanawiyah mengikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan oleh MGBK MTs Kab Sleman di Seyegan Sleman pada Selasa (10/2). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran guru BK dalam membangun proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada nilai-nilai kasih sayang, empati, dan karakter peserta didik. Dalam Kesempatan ini MTs N 8 Sleman mengirimkan 2 perwakilan Guru BK.
Salah satunya Ibu Fitra Permatasari menyampaikan “ Workshop yang berlangsung selama satu hari ini menghadirkan narasumber dari Pengawas madrasah. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan penuh perhatian sebagai fondasi utama keberhasilan pembelajaran.”
“Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan siswa sebagai individu yang harus dipahami secara utuh, baik dari sisi akademik maupun emosionalnya. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing dan teladan,” ujar salah satu pemateri dalam sesi diskusi.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi, diskusi kelompok, hingga praktik penyusunan rencana pembelajaran berbasis cinta. Mereka juga diajak untuk merefleksikan pengalaman mengajar serta mengidentifikasi pendekatan yang lebih humanis dalam menghadapi berbagai karakter siswa.
Melalui workshop ini, diharapkan para guru BK dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di sekolah masing-masing sehingga tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berkarakter kuat. (HrN)
Tinggalkan Komentar