Sleman (MTsN 8 Sleman) – Penampilan Anggraini, siswi kelas VIII MTsN 8 Sleman, yang berduet dengan Guru Bahasa Jawa, Novita Suryaningtyas Sitoresmi, S.Pd., berhasil memukau peserta Konferensi Kerja PGRI Cabang Prambanan yang digelar pada Kamis (30/7/2026) di Aula MTsN 8 Sleman. Keduanya membawakan lagu berbahasa Jawa berjudul “Puspita Nala” dengan harmonisasi suara yang indah dan penuh penghayatan sehingga mendapat sambutan hangat dari seluruh hadirin.
Penampilan tersebut menjadi salah satu suguhan hiburan yang memperkaya rangkaian kegiatan konferensi kerja. Anggraini tampil percaya diri mendampingi gurunya, sementara Novita menunjukkan kepiawaiannya dalam melantunkan tembang Jawa dengan teknik vokal yang apik. Kekompakan keduanya menghadirkan suasana yang hangat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada para peserta konferensi.
Tepuk tangan meriah mengiringi berakhirnya lagu yang dibawakan. Sejumlah peserta mengaku terhibur dan mengapresiasi penampilan duet guru dan siswa yang dinilai mampu menunjukkan kedekatan hubungan antara pendidik dan peserta didik sekaligus menjadi wujud pelestarian seni budaya daerah di lingkungan madrasah.
Novita Suryaningtyas Sitoresmi menyampaikan bahwa penampilan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya melestarikan budaya Jawa melalui seni musik. “Lagu-lagu Jawa memiliki nilai budaya yang tinggi. Kami ingin menunjukkan bahwa generasi muda juga mampu mencintai, mempelajari, dan melestarikan warisan budaya melalui penampilan seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Anggraini mengaku senang mendapat kesempatan tampil bersama gurunya di hadapan para peserta konferensi. “Saya merasa bangga bisa bernyanyi bersama Bu Novita. Awalnya sempat gugup, tetapi karena banyak dukungan dari guru dan teman-teman, akhirnya saya bisa tampil dengan percaya diri,” ungkapnya.
Penampilan duet tersebut menjadi bukti bahwa MTsN 8 Sleman tidak hanya berkomitmen mencetak peserta didik yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat seni dan pelestarian budaya lokal. Melalui kegiatan seperti ini, madrasah terus mendorong lahirnya generasi yang berprestasi, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa. (adp)
Tinggalkan Komentar