Sleman (MTsN 8 Sleman) โ Senyum, canda, dan percakapan ringan mewarnai kegiatan pembelajaran kokurikuler kelas VII MTs Negeri 8 Sleman ketika Ibu Ngadini, Pendamping Budaya di wilayah Sleman, hadir sebagai Guest Teacher. Dengan pembawaan yang ceria dan komunikatif, Ibu Ngadini berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang cair. Murid tampak antusias mengikuti percakapan, menjawab pertanyaan, serta menyampaikan rasa ingin tahu mereka tentang kehidupan budaya yang berkembang di lingkungan masyarakat Sleman.
Ibu Ngadini mengajak murid mengenal lebih dekat peran seorang pendamping budaya. Ia menceritakan pengalamannya dalam mendampingi berbagai kegiatan budaya di wilayah Sleman, termasuk mengenalkan, mendukung, dan menjaga keberlangsungan tradisi serta aktivitas kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi bagian dari kehidupan yang perlu dipahami, dihargai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Murid pun diajak melihat bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak, terutama generasi muda.

Suasana semakin interaktif ketika Ibu Ngadini mengajak murid berdiskusi dan memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang budaya yang mereka kenal di lingkungan sekitar. Sesekali diselingi humor dan cerita pengalaman, percakapan berlangsung tanpa sekat antara narasumber dan murid. Murid tidak hanya menjadi pendengar, tetapi turut berbagi pengalaman tentang tradisi, kesenian, atau kegiatan budaya yang pernah mereka lihat dan ikuti. โBudaya itu akan tetap hidup kalau generasi mudanya mau mengenal dan ikut menjaganya. Tidak harus langsung melakukan hal besar, bisa dimulai dengan mengenal budaya yang ada di sekitar kita dan menghargainya,โ pesan Ibu Ngadini.
Suasana belajar yang hangat membuat siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang budaya, tetapi juga pengalaman berinteraksi dengan sosok yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari pertemuan tersebut, mereka diajak menyadari bahwa mengenal budaya berarti mengenal lingkungan dan jati diri sendiri. Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam mengeksplorasi diri, menemukan hal-hal yang diminati, serta melihat kemungkinan peran yang dapat mereka ambil di masa depan. (imm)
Tinggalkan Komentar