Sleman (MTsN 8 Sleman) – MTsN 8 Sleman menggelar kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman pada Rabu (17/6/2026) di Aula MTsN 8 Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan pegawai sebagai upaya memperkuat pemahaman serta implementasi nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama yang sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama. Oleh karena itu, seluruh warga madrasah diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat.
“Moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi harus menjadi sikap dan perilaku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai insan madrasah, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam menjaga kerukunan, saling menghormati, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman,” tutur Agus Sholeh.
Hadir sebagai narasumber, Arif Mahfud, S.Ag., M.S.I., Wakil Ketua FKUB Kabupaten Sleman, yang memaparkan materi mengenai pentingnya membangun ukhuwah (persaudaraan) sebagai fondasi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam pemaparannya, Arif Mahfud menjelaskan bahwa moderasi beragama diwujudkan melalui sikap toleransi yang tepat sesuai ajaran agama. Dalam aspek akidah, setiap umat beragama wajib menghormati keyakinan agama lain dengan memberikan kebebasan kepada pemeluk agama lain untuk melaksanakan ibadah maupun perayaan hari besar keagamaannya tanpa adanya gangguan atau hambatan. Sementara dalam aspek muamalah, seluruh elemen masyarakat didorong untuk menjalin kerja sama secara harmonis dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya kegiatan sosial kemasyarakatan, kehidupan berbangsa, dan kehidupan bernegara.
“Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk saling membantu dalam urusan kemanusiaan. Justru melalui sikap saling menghormati dan bekerja sama, kita dapat mewujudkan kerukunan yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia,” jelas Arif Mahfud.
Melalui kegiatan ini, MTsN 8 Sleman berharap seluruh guru dan pegawai semakin memahami makna moderasi beragama serta mampu menjadi agen penguat kerukunan di lingkungan madrasah maupun masyarakat. Nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan semangat persaudaraan diharapkan terus tumbuh sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan harmonis. (adp)
Tinggalkan Komentar