Sleman (MTsN 8 Sleman) – MTsN 8 Sleman mengikuti kegiatan Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh Kapanewon Prambanan dengan menghadiri tarawih keliling (tarling) di Masjid Al Hidayah Majasem pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah kapanewon, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias mengikuti rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan.
Rombongan dari MTsN 8 Sleman hadir bersama masyarakat untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah. Kegiatan Safari Ramadan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.
Setelah pelaksanaan salat Tarawih, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Kasiyadi, B.A., yang juga merupakan Komite MTsN 8 Sleman. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan materi tentang perubahan perilaku orang yang berpuasa setelah bulan Ramadan.
Dalam ceramahnya, K.H. Kasiyadi menjelaskan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana melatih diri untuk memperbaiki akhlak dan perilaku. Ia menekankan bahwa setelah Ramadan berakhir, seorang muslim diharapkan mampu mempertahankan kebiasaan baik yang telah dilatih selama bulan suci tersebut. “Puasa Ramadan seharusnya membawa perubahan dalam kehidupan kita. Setelah Ramadan, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli kepada sesama, dan lebih istiqamah dalam menjalankan ibadah,” ungkapnya di hadapan para jamaah.
Sementara itu, Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasah dalam kegiatan Safari Ramadan ini merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara madrasah dan warga sekitar. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh Kapanewon Prambanan. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga menjadi sarana menambah ilmu dan mempererat silaturahmi antara madrasah, pemerintah, dan masyarakat,” ujar Agus Sholeh.
Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, diharapkan masyarakat dapat mengambil hikmah dari setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara pemerintah kapanewon, madrasah, serta masyarakat di wilayah Prambanan. (adp)
Tinggalkan Komentar