Sleman (MTsN 8 Sleman) — Apel Hari Senin di MTsN 8 Sleman pada Senin (14/09/2026) menjadi momentum pengumuman hasil Lomba Pojok Baca yang diikuti oleh kelas VII, VIII, dan IX. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam mendorong terciptanya lingkungan belajar yang mendukung budaya membaca dan literasi di setiap kelas.
Pengumuman pemenang disampaikan dalam rangkaian apel di hadapan seluruh siswa, guru, dan pegawai MTsN 8 Sleman. Kepala Perpustakaan MTsN 8 Sleman, Himawan Bayu Nugroho, S.Pd., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelas yang telah berpartisipasi dan berupaya menghadirkan pojok baca di ruang kelas masing-masing.
Lomba Pojok Baca dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan membaca sekaligus menciptakan ruang literasi yang lebih dekat dengan siswa. Keberadaan pojok baca di kelas diharapkan dapat memberikan akses yang mudah bagi siswa untuk membaca di sela-sela kegiatan pembelajaran maupun pada waktu yang memungkinkan.
Dalam pengumuman tersebut, setiap jenjang menetapkan dua kelas sebagai pemenang. Untuk kelas VII, Juara 1 diraih oleh kelas VII A, sedangkan Juara 2 diraih oleh kelas VII F.
Pada jenjang kelas VIII, kelas VIII B berhasil meraih Juara 1 dan kelas VIII C meraih Juara 2. Sementara itu, untuk jenjang kelas IX, Juara 1 diraih oleh kelas IX A dan Juara 2 diraih oleh kelas IX B.
Himawan Bayu Nugroho menyampaikan bahwa lomba tersebut tidak semata-mata bertujuan menentukan kelas dengan pojok baca terbaik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepedulian siswa terhadap literasi di lingkungan kelas.
Menurutnya, pojok baca dapat menjadi bagian dari lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk lebih dekat dengan buku. Dengan adanya koleksi bacaan yang tersedia di kelas, siswa diharapkan memiliki kesempatan lebih banyak untuk membaca dan memanfaatkan waktu secara positif.
“Kami mengapresiasi seluruh kelas yang telah berpartisipasi dalam Lomba Pojok Baca. Harapannya, pojok baca tidak hanya menjadi bagian dari penilaian lomba, tetapi benar-benar dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga budaya membaca dapat tumbuh dalam keseharian siswa,” ujar Himawan.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., menyambut baik pelaksanaan Lomba Pojok Baca dan memberikan apresiasi kepada kelas-kelas yang telah menunjukkan kreativitas serta kepedulian terhadap budaya literasi. Menurutnya, pembiasaan membaca perlu dibangun melalui lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
“Pojok baca ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan membaca dan menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk terus menambah pengetahuan. Kami berharap pojok baca dapat terus dimanfaatkan dan dirawat, sehingga setelah lomba selesai pun semangat literasi tetap berjalan,” ungkap Agus.
Ia juga berharap apresiasi yang diberikan kepada para pemenang dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan kelas untuk terus berkreasi serta mengembangkan budaya literasi di madrasah.
Pengumuman pemenang dalam apel menjadi bentuk apresiasi madrasah terhadap kreativitas dan partisipasi siswa. Prestasi yang diraih oleh kelas VII A, VII F, VIII B, VIII C, IX A, dan IX B diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kelas lainnya untuk terus mengembangkan pojok baca masing-masing.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran Perpustakaan Madyadesta dalam mendukung gerakan literasi di lingkungan MTsN 8 Sleman. Literasi tidak hanya dilaksanakan melalui kegiatan di perpustakaan, tetapi juga dapat dibangun melalui lingkungan kelas yang menyediakan ruang dan bahan bacaan bagi siswa.
Melalui Lomba Pojok Baca, MTsN 8 Sleman terus mendorong terciptanya budaya membaca yang tumbuh dari lingkungan terdekat siswa. Pojok baca diharapkan tidak berhenti sebagai dekorasi kelas, tetapi menjadi ruang sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk membaca, menambah pengetahuan, serta menumbuhkan minat siswa terhadap berbagai bahan bacaan. (idw)
Tinggalkan Komentar