Sleman (MTsN 8 Sleman) – Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 8 Sleman, Muhammad Arwani Munib, S.Th.I., mengikuti Workshop Percepatan Tumbuh Kembang Sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Undangan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Sleman Nomor 400.3.5/876 tanggal 3 September 2026. Workshop berlangsung pada Selasa (8/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai di Pamiranti Hall Lantai 4 Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini menjadi wadah berbagi praktik baik dan strategi pengembangan sekolah melalui penguatan literasi digital, penerapan pembelajaran inovatif, serta pengembangan program yang mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik. Keikutsertaan Muhammad Arwani Munib menjadi bagian dari upaya MTsN 8 Sleman untuk terus memperkaya wawasan dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan murid.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan paparan praktik baik Literasi Digital dari SMPN 2 Sleman melalui program podcast. Eni Setiani, Guru BK SMPN 2 Sleman, memaparkan bahwa podcast dapat menjadi sarana untuk mengubah murid dari sekadar konsumen digital menjadi kreator konten yang kritis dan produktif. Melalui podcast, murid juga dapat mengembangkan kemampuan public speaking, menghasilkan karya sebagai bentuk ekspresi positif, serta belajar mencari, mengonfirmasi, dan menyajikan informasi secara berimbang.
Materi berikutnya membahas penguatan literasi digital untuk mencegah berbagai dampak negatif penggunaan gawai, termasuk cyberbullying dan cyberloneliness. Salah satu praktik yang dibagikan adalah penerapan Mobile Device Management (MDM) melalui kerja sama dengan orang tua. Penggunaan aplikasi pengendali gawai dapat diarahkan agar perangkat digunakan sebagai media pembelajaran pada hari sekolah, sementara pemanfaatannya dapat lebih fleksibel pada akhir pekan.
Pada sesi kedua, peserta memperoleh contoh penerapan STEM dalam pembelajaran melalui pengembangan produk jamu di SMPN 1 Sleman. Pembelajaran dilakukan secara kontekstual dengan mengintegrasikan berbagai mata pelajaran sehingga menghasilkan produk nyata. Murid tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengeksplorasi keterampilan, membuat produk yang estetik, menyusun informasi produk, serta mengembangkan keterampilan yang berkaitan dengan berbagai profesi.
Praktik baik lainnya disampaikan SMPN 1 Sayegan mengenai penerapan STEM dalam kegiatan kokurikuler. Program tersebut mengarahkan murid untuk membuat karya sesuai dengan profesi yang diminati. Pelaksanaan diawali dengan rapat penentuan tema, dilanjutkan persiapan materi untuk kelas VII, VIII, dan IX, serta pelaksanaan beberapa kali pertemuan yang memberikan ruang bagi murid untuk mengeksplorasi berbagai keterampilan dan kaitannya dengan dunia profesi.
Memasuki sesi ketiga, peserta mendapatkan penguatan mengenai percepatan tumbuh kembang sekolah yang disampaikan Dr. Agus Suroyo. Salah satu gagasan yang ditekankan adalah pentingnya membangun reputasi sekolah melalui konsep Problem, Program, Proof, yaitu persoalan yang dihadapi, program yang dilakukan, dan bukti nyata atas program tersebut. Branding sekolah pada akhirnya merupakan persepsi publik yang terbentuk dari program dan prestasi yang dapat dibuktikan.
Workshop juga menghadirkan praktik baik dari SMPN 1 Cangkringan mengenai pembelajaran lintas mata pelajaran dalam kegiatan kokurikuler dan pengelolaan sampah. Program kokurikuler yang dilaksanakan setiap Jumat mengintegrasikan kegiatan pengelolaan sampah dengan prinsip tanggung jawab individu. Salah satu pendekatannya adalah setiap murid membawa pulang sampah yang dihasilkan secara pribadi, sehingga tumbuh kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing.
Muhammad Arwani Munib menyampaikan bahwa berbagai praktik baik yang diperoleh dalam workshop dapat menjadi referensi bagi MTsN 8 Sleman dalam mengembangkan pembelajaran dan kegiatan kokurikuler. “Kegiatan ini memberikan banyak inspirasi, khususnya bagaimana pembelajaran dapat dikembangkan secara kontekstual, memanfaatkan teknologi secara positif, serta menghasilkan karya nyata yang memberikan pengalaman bermakna bagi murid,” ungkapnya.
Ia berharap wawasan yang diperoleh dapat menjadi bahan pengembangan program madrasah, terutama dalam memperkuat literasi digital, pembelajaran berbasis proyek, integrasi lintas mata pelajaran, dan kegiatan kokurikuler. Dengan demikian, MTsN 8 Sleman dapat terus menghadirkan pembelajaran yang adaptif sekaligus mendorong murid menjadi pribadi yang kreatif, kritis, produktif, dan bertanggung jawab. (adp)
Tinggalkan Komentar