Sleman (MTsN 8 Sleman) – Waka Kurikulum MTsN 8 Sleman, Muhammad Arwani Munib, S.Th.I., memberikan penjelasan teknis pelaksanaan kegiatan kokurikuler kepada murid kelas VIII pada Senin (7/9/2026). Penjelasan tersebut disampaikan secara klasikal di Masjid Nurul Ummah sebagai bekal bagi murid sebelum memulai rangkaian kegiatan kokurikuler dengan tema “Saking Madyadesta Nyiprat Nuswantara”.
Dalam arahannya, Munib menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler kelas VIII dirancang untuk mengembangkan kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan murid dalam menghasilkan sebuah karya. Setiap kelas ditantang untuk menciptakan tari kreasi baru Batik Ciprat Madyadesta yang mengangkat identitas dan kekhasan Batik Ciprat MTsN 8 Sleman. “Setiap murid memiliki peran dalam proses penciptaan karya. Karena itu, tugas harus dibagi dengan baik dan setiap anak bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan,” jelas Munib.
Dalam pelaksanaannya, murid akan membentuk beberapa tim sesuai kebutuhan proyek. Pembagian tugas meliputi tim penari, tim kreasi atau koreografi, dokumentasi, properti, tata rias atau make up, serta berbagai tugas pendukung lainnya.
Melalui pembagian tugas tersebut, murid tidak hanya dituntut mampu menghasilkan sebuah pertunjukan tari, tetapi juga belajar berkolaborasi dan menghargai kontribusi setiap anggota kelompok. Setiap murid diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal sehingga tercipta karya yang kreatif, kompak, dan memiliki karakter khas Madyadesta.
Kegiatan kokurikuler ini juga menjadi sarana bagi murid untuk mengenal dan mengembangkan potensi seni serta budaya yang dimiliki madrasah. Melalui tema “Saking Madyadesta Nyiprat Nuswantara”, MTsN 8 Sleman berharap kreativitas murid dalam mengembangkan Batik Ciprat dapat diwujudkan dalam bentuk karya seni yang menarik dan membanggakan. (adp)
Tinggalkan Komentar