Sleman (MTsN 8 Sleman) โ Guru Bahasa Inggris MTsN 8 Sleman mengikuti Lokakarya Pengembangan Bahan Ajar Pendamping Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Senin (7/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di MTsN 9 Sleman tersebut diikuti oleh guru Bahasa Inggris jenjang MTs dan MI sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam mengembangkan bahan ajar yang relevan dan menarik bagi peserta didik.
Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi โPengembangan Materi Ajar Pendamping Bahasa Inggris yang Relevan dengan Kehidupan Siswa dan Bermuatan Nilai Keislamanโ yang disampaikan oleh Dr. Nunik. Materi ini memberikan wawasan kepada guru untuk mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, tetapi juga dekat dengan kehidupan siswa serta mengintegrasikan nilai-nilai keislaman.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Rozanah Katrina Herda, M.Pd. dengan topik โPemanfaatan Media Digital dan AI untuk Pengembangan Bahan Ajar Pendampingโ. Peserta diajak memahami pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) sebagai sarana untuk mendukung proses pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Selanjutnya, Dr. Nuriska Noviantoro, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi โDeveloping Engaging and Interactive English Learning Activities in ELT for Madrasahโ. Materi tersebut membekali guru dengan berbagai pendekatan untuk menciptakan aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris yang menarik, interaktif, dan mampu meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.
Materi terakhir disampaikan oleh Dr. Amrih Bekti Utami, M.A. melalui Workshop Penyusunan Bahan Ajar Pendamping Bahasa Inggris. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan dan menyusun bahan ajar pendamping dengan menerapkan berbagai pengetahuan yang telah diperoleh dari materi sebelumnya.
Salah satu peserta dari MTsN 8 Sleman, Andriyani Dwi Puspitahadi, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya sebagai guru Bahasa Inggris. โKegiatan ini sangat membantu karena memberikan wawasan dan pengalaman baru dalam mengembangkan bahan ajar pendamping yang lebih relevan dengan kehidupan siswa, menarik, serta dapat memanfaatkan media digital dan AI,โ ungkapnya.
Melalui lokakarya tersebut, diharapkan guru Bahasa Inggris MTs dan MI semakin mampu menghasilkan bahan ajar pendamping yang inovatif, kontekstual, interaktif, serta tetap menguatkan nilai-nilai keislaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang bermakna bagi siswa. (adp)
Tinggalkan Komentar