Sleman (MTsN 8 Sleman) โ Suasana pembelajaran kokurikuler kelas VII MTs Negeri 8 Sleman berlangsung lebih dekat dan interaktif ketika Bapak Yohan Tedi Sutikno, Kepala Dukuh Randugunting, Kalasan, hadir sebagai Guest Teacher. Tidak hanya mendengarkan pemaparan, murid terlibat dalam percakapan langsung dengan narasumber mengenai kehidupan bermasyarakat, kegiatan sosial, dan berbagai bentuk gotong royong yang menjadi bagian dari keseharian warga di lingkungan pedukuhan.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Bapak Yohan mengajak murid memahami bahwa kehidupan bermasyarakat dibangun melalui kepedulian dan kemauan untuk terlibat. Ia menceritakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan warga, mulai dari kerja bakti, membantu warga yang membutuhkan, kegiatan kebersihan lingkungan, hingga kegiatan bersama yang mempererat hubungan antarwarga. Murid pun diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dan menceritakan pengalaman mereka ketika mengikuti kegiatan gotong royong di lingkungan masing-masing. Interaksi dua arah tersebut membuat murid tidak hanya mengenal konsep gotong royong, tetapi juga melihat bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan nyata.

Salah satu pesan yang ditekankan Bapak Yohan adalah bahwa kehidupan bermasyarakat membutuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan bertanggung jawab. โDi masyarakat kita tidak bisa hidup sendiri. Ada saatnya kita membutuhkan bantuan orang lain dan ada saatnya kita harus membantu orang lain. Karena itu, biasakan sejak sekarang untuk peduli, mau bekerja sama, dan ikut mengambil bagian dalam kegiatan di lingkungan,โ pesannya kepada murid. Ia juga mengajak murid melihat bahwa kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi merupakan bekal penting, apa pun profesi yang kelak mereka pilih.
Pertemuan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada murid dalam memahami bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan secara pribadi, tetapi juga oleh kemampuan untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Dalam konteks tema โAku dan Masa Depankuโ, kisah Bapak Yohan memperluas cara pandang murid tentang cita-cita dan peran yang dapat mereka jalankan di masa depan. Melalui interaksi bersama Kepala Dukuh, murid belajar bahwa menjadi bagian dari masyarakat berarti siap hadir, peduli, bekerja sama, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Tinggalkan Komentar