Sleman (MTsN 8 Sleman) โ MTsN 8 Sleman melaksanakan penilaian Pojok Baca pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus mendorong murid untuk menciptakan lingkungan kelas yang menarik, kreatif, nyaman, dan mendukung kegiatan membaca.
Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri atas Erwan Budiyanto, S.Pd., Rochmad Rapih Raharjo, S.Pd., dan Toto Irfantoro, S.Pd. Tim juri mengunjungi setiap kelas untuk melihat secara langsung hasil kreativitas murid dalam menata dan mengembangkan pojok baca sesuai dengan tema yang telah dipilih oleh masing-masing kelas.
Adapun aspek yang menjadi kriteria penilaian meliputi kreativitas, inovasi, dan kebersihan. Selain tampilan dan penataan ruang, keberadaan serta penataan koleksi buku juga menjadi bagian yang diperhatikan agar pojok baca benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai ruang literasi bagi murid.
Setiap kelas mengusung tema yang berbeda sehingga menghasilkan tampilan pojok baca yang beragam dan memiliki ciri khas tersendiri. Keberagaman tema tersebut menunjukkan adanya ide dan kreativitas murid dalam mengembangkan pojok baca agar tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang literasi yang menarik dan menyenangkan.
Koleksi buku yang tersedia di masing-masing pojok baca juga menjadi perhatian dalam penilaian.ย Buku-buku tersebut ditata secara rapi dan mudah dijangkau sehingga murid dapat dengan leluasa memilih bahan bacaan sesuai dengan minatnya. Keberadaan koleksi buku yang beragam diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap dekorasi pojok baca, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan dan sarana membangun kebiasaan membaca.
Erwan Budiyanto, S.Pd., salah satu anggota tim juri, menyampaikan bahwa kreativitas menjadi salah satu unsur penting dalam penilaian. Namun demikian, fungsi utama pojok baca sebagai sarana pendukung budaya literasi tetap harus menjadi perhatian setiap kelas.
โYang paling penting dalam kegiatan ini adalah bagaimana anak-anak mampu menuangkan kreativitas dan inovasinya. Setiap kelas memiliki tema masing-masing, sehingga kami ingin melihat sejauh mana tema tersebut dapat dikembangkan menjadi pojok baca yang menarik, edukatif, dan tetap memperhatikan kebersihan. Selain itu, koleksi bukunya juga perlu ditata dengan baik agar mudah diakses dan benar-benar dimanfaatkan oleh anak-anak untuk membaca,โ ujar Erwan.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan murid dalam mempersiapkan pojok baca di kelas masing-masing. Menurutnya, proses menata ruang, memilih dan mengatur koleksi buku, serta menghias pojok baca dapat menjadi pengalaman belajar bagi murid untuk bekerja sama, berbagi ide, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan kelas.
Selain kreativitas dan inovasi, kebersihan juga menjadi perhatian tim juri. Pojok baca diharapkan selalu dalam kondisi bersih, rapi, dan nyaman sehingga dapat dimanfaatkan murid sebagai tempat membaca maupun menambah wawasan di sela-sela kegiatan pembelajaran.
Melalui kegiatan Pojok Baca, MTsN 8 Sleman terus mendorong terciptanya budaya literasi di lingkungan madrasah. Pojok baca yang kreatif, inovatif, bersih, memiliki koleksi bacaan yang beragam dan tertata, serta nyaman diharapkan mampu meningkatkan minat murid untuk membaca dan menjadikan aktivitas literasi sebagai bagian menyenangkan dari kehidupan sehari-hari di madrasah. (adp)
Tinggalkan Komentar