Sleman (MTsN 8 Sleman) — Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., mengikuti kegiatan Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (06/08/2026). Kegiatan berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti Kepala MTsN 8 Sleman dari ruang kepala madrasah.
Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Surat Inspektorat Jenderal Kementerian Agama terkait pemenuhan sosialisasi pengendalian gratifikasi yang ditujukan kepada para kepala madrasah, kepala kantor, pejabat struktural, serta pemangku kepentingan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya integritas melalui pencegahan gratifikasi, mekanisme pelaporan gratifikasi melalui aplikasi GOL-KPK, serta penguatan komitmen aparatur sipil negara dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Materi juga menegaskan bahwa gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajiban atau tugas ASN harus dilaporkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur madrasah untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Sebagai aparatur Kementerian Agama, kita harus terus memperkuat integritas dan menjaga kepercayaan masyarakat. Sosialisasi ini menjadi bekal penting agar seluruh layanan di madrasah dilaksanakan secara bersih, transparan, dan bebas dari praktik gratifikasi,” ujarnya.
Melalui keikutsertaan dalam sosialisasi ini, MTsN 8 Sleman menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas di lingkungan madrasah. Diharapkan, seluruh warga madrasah semakin memahami pentingnya pencegahan gratifikasi sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.(nss)
Tinggalkan Komentar