Sleman (MTsN 8 Sleman) – Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., mengikuti Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (K2MTs) Kabupaten Sleman pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan berlangsung di Resto Sego Kembul dan dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Tri Wahyuni, S.Pd., serta seluruh kepala MTs negeri dan swasta se-Kabupaten Sleman.
Rapat koordinasi membahas berbagai persiapan pelaksanaan Perkemahan Pramuka Murid Madrasah (Perkamuda) dan Perkemahan Kemandirian Madrasah (PKM) Tahun 2026. Melalui pertemuan ini, para kepala madrasah menyamakan persepsi mengenai kesiapan peserta, teknis pelaksanaan, serta dukungan masing-masing madrasah agar kegiatan berjalan tertib dan sukses.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Perkamuda 2026 akan dilaksanakan pada 19–21 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan “Rama Shinta dan Pengembangan” Kompleks Candi Prambanan, Sleman. Kegiatan mengusung tema “Pramuka Madrasah Tangguh dengan Sentuhan KBC (Toleran–Aktif–Nasionalis–Gigih–Unggul dan Humanis dengan Sentuhan Kurikulum Berbasis Cinta)” serta diikuti sekitar 1.000 anggota Pramuka dari 50 Madrasah Tsanawiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain membahas jadwal dan lokasi, rapat juga mengulas teknis penyelenggaraan, sasaran kegiatan, serta pembagian tugas masing-masing madrasah. Perkamuda diselenggarakan oleh Bidang Kesiswaan Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah DIY sebagai pelaksana, dengan pembiayaan yang bersumber dari madrasah peserta, Kanwil Kementerian Agama DIY, dan sumber lain yang tidak mengikat.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., menyampaikan bahwa rapat koordinasi menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan seluruh madrasah dalam mengikuti Perkamuda dan PKM Tahun 2026. “Kami berharap seluruh persiapan dapat dilakukan secara optimal sehingga peserta dari MTsN 8 Sleman dapat mengikuti kegiatan dengan baik, memperoleh pengalaman berharga, serta semakin memperkuat karakter, kemandirian, dan jiwa kepramukaan sesuai nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta,” tuturnya. (adp)
Tinggalkan Komentar