Sleman (MTsN 8 Sleman) — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh keluarga besar MTs Negeri 8 Sleman. Pada Jumat (24/7/2026), Kepala MTsN 8 Sleman bersama perwakilan guru melaksanakan kunjungan untuk menjenguk salah satu guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Akidah Akhlak sekaligus wali kelas VII E, Tanaya Yuka Prihatma, S.S., yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan.
Kunjungan tersebut merupakan bentuk empati dan perhatian dari keluarga besar MTsN 8 Sleman kepada rekan sejawat yang sedang menghadapi ujian kesehatan. Kehadiran Kepala Madrasah beserta para guru tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral serta doa agar Tanaya segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Setibanya di ruang perawatan, rombongan disambut hangat oleh Tanaya beserta keluarga yang mendampinginya. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai pertemuan tersebut. Kepala Madrasah bersama para guru berbincang sejenak mengenai kondisi kesehatan Tanaya sekaligus menyampaikan doa dan semangat agar proses pemulihannya berjalan lancar.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MTsN 8 Sleman menyampaikan bahwa budaya saling peduli merupakan salah satu nilai yang terus dijaga di lingkungan madrasah. Menurutnya, setiap warga madrasah merupakan bagian dari keluarga besar yang senantiasa saling menguatkan, terutama ketika ada rekan yang sedang menghadapi cobaan.
“Kehadiran kami merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan keluarga besar MTsN 8 Sleman. Kami semua mendoakan semoga Ibu Tanaya segera diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya, serta dapat kembali menjalankan tugas dan pengabdiannya di madrasah. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam proses penyembuhannya,” ujar Kepala Madrasah.
Pada kesempatan yang sama, Tanaya Yuka Prihatna menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Kepala Madrasah beserta rekan-rekan guru. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi penyemangat bagi dirinya selama menjalani masa perawatan.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kepala Madrasah dan seluruh rekan guru MTsN 8 Sleman yang telah meluangkan waktu untuk menjenguk serta mendoakan saya. Perhatian dan doa dari keluarga besar madrasah menjadi penyemangat bagi saya untuk segera pulih,” ungkap Tanaya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga madrasah karena selama menjalani perawatan belum dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal sebagai guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan Akidah Akhlak maupun sebagai wali kelas VII E.
“Saya juga memohon maaf karena selama sakit belum dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Terima kasih kepada rekan-rekan guru yang telah berkenan membantu melaksanakan tugas-tugas saya selama menjalani masa pemulihan. Semoga segala kebaikan dan bantuan yang diberikan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.,” tuturnya.
Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata kuatnya rasa kekeluargaan yang terjalin di lingkungan MTsN 8 Sleman. Budaya saling menjenguk, mendoakan, dan menguatkan merupakan nilai yang terus dipelihara sebagai bagian dari karakter madrasah. Melalui kebersamaan seperti ini, diharapkan hubungan antarsesama pendidik dan tenaga kependidikan semakin erat sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan penuh kepedulian.
Di penghujung kunjungan, Kepala Madrasah bersama para guru kembali memanjatkan do’a agar Allah Swt. segera menganugerahkan kesembuhan kepada Tanaya Yuka Prihatna. Pembacaan do’a dipimpin oleh Jumanudin, S.Ag., M.Pd.I., guru Bahasa Arab dan Al-Qur’an Hadits. Seluruh keluarga besar MTsN 8 Sleman berharap ia dapat segera pulih dan kembali mendampingi peserta didik dalam proses pembelajaran dengan semangat dan kesehatan yang prima. (nss)
Tinggalkan Komentar