Sleman (MTsN 8 Sleman) – Stand Mini Workshop BACEFLY (Batik Cap Eco Friendly) milik MTsN 8 Sleman menjadi salah satu daya tarik dalam Pameran Karya Murid pada Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada Minggu (19/07/2026) di SMP Negeri 1 Sleman. Antusiasme pengunjung terlihat sejak awal kegiatan dengan banyaknya peserta yang ingin mencoba langsung pengalaman membatik ramah lingkungan.
Dalam mini workshop tersebut, pengunjung diajak membuat totebag batik cap menggunakan teknik cap serta mewarnai motif batik dengan teknik colet. Kegiatan berlangsung interaktif karena setiap peserta dapat mempraktikkan seluruh proses didampingi oleh guru batik MTsN 8 Sleman, Rochmad Rapih Raharjo, S.Pd., dan Anita Dwi Astuti, S.Pd.
Menariknya, dua siswa MTsN 8 Sleman, Bastian Pramudya Winardi (9C) dan Selvi Septiani (9B), turut berperan sebagai fasilitator muda dalam workshop tersebut. Dengan percaya diri, keduanya membantu memperagakan proses membatik, mendampingi peserta, sekaligus menjelaskan tahapan pembuatan batik cap kepada para pengunjung.
Suasana booth tampak ramai sepanjang pelaksanaan pameran. Peserta Temu Pendidik Nusantara dari berbagai sekolah bergantian mengikuti workshop, mencoba mencap motif pada totebag, kemudian memberi sentuhan warna menggunakan teknik colet. Hasil karya yang dapat dibawa pulang menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., yang berkesempatan mengunjungi stand MTsN 8 Sleman memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran yang ditampilkan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana peserta didik dapat belajar sekaligus berkarya melalui pelestarian budaya yang dikemas secara kreatif dan ramah lingkungan.
Guru Batik MTsN 8 Sleman, Anita Dwi Astuti, S.Pd., menjelaskan bahwa BACEFLY merupakan media pembelajaran yang menggabungkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan pelestarian budaya.
“Melalui mini workshop ini, kami ingin menunjukkan bahwa membatik dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Yang membanggakan, Bastian dan Selvi mampu menjadi fasilitator bagi para pengunjung. Ini menjadi bukti bahwa siswa tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga berbagi ilmu dan menginspirasi orang lain,” tuturnya.
Senada dengan itu, Rochmad Rapih Raharjo, S.Pd., mengatakan bahwa keterlibatan siswa dalam workshop merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.
“Kami memberikan kesempatan kepada siswa untuk tampil sebagai narasumber muda. Selain melatih keterampilan membatik, mereka juga belajar berkomunikasi, melayani peserta, dan membangun rasa percaya diri. Pengalaman seperti ini sangat berharga bagi perkembangan karakter mereka,” ujarnya.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., mengapresiasi penampilan kedua siswa yang mampu menjadi representasi madrasah dalam ajang Temu Pendidik Nusantara.
“Kami bangga melihat siswa mampu tampil percaya diri memperkenalkan batik kepada masyarakat. Keikutsertaan mereka dalam Pameran Karya Murid membuktikan bahwa pembelajaran di madrasah tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membentuk peserta didik yang kreatif, komunikatif, dan siap berbagi pengalaman kepada orang lain,” ungkapnya.
Melalui partisipasi dalam Pameran Karya Murid Temu Pendidik Nusantara XIII, MTsN 8 Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, berpusat pada peserta didik, sekaligus melestarikan budaya bangsa. Antusiasme pengunjung dan apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menjadi motivasi bagi MTsN 8 Sleman untuk terus mengembangkan karya-karya kreatif yang berdampak bagi dunia pendidikan. (idw)
Tinggalkan Komentar