Sleman (MTsN 8 Sleman) – Kreativitas dan kecintaan terhadap budaya Jawa tampak dalam salah satu rangkaian Kemah Budaya MTsN 8 Sleman yang berlangsung pada Minggu (21/06/2026) hingga Selasa (23/06/2026) di Bumi Perkemahan Candi Banyunibo. Para peserta mengikuti pelatihan membuat hantaran nikah (peningset) sebagai upaya mengenalkan tradisi budaya yang masih lestari di masyarakat Jawa.
Kegiatan ini menjadi salah satu materi keterampilan budaya yang menggabungkan unsur seni, kreativitas, dan pelestarian tradisi. Dengan penuh antusias, setiap regu berkolaborasi menyusun berbagai perlengkapan hantaran menjadi rangkaian yang indah, rapi, dan memiliki nilai estetika tinggi.
Peserta dibimbing untuk memahami bahwa peningset bukan sekadar hiasan dalam prosesi pernikahan, tetapi juga memiliki makna simbolis sebagai lambang kesungguhan, penghormatan, serta doa bagi kedua mempelai dalam membangun kehidupan rumah tangga.
Selama proses pembuatan, para siswa memanfaatkan berbagai perlengkapan seperti kain, aksesori, pita, hingga wadah hantaran untuk menghasilkan karya yang menarik. Setiap regu diberi kebebasan mengembangkan kreativitas dalam menata bentuk dan komposisi hantaran tanpa menghilangkan pakem budaya yang telah dijelaskan oleh pembimbing.
Pembina Pramuka MTsN 8 Sleman, Dra. Hj. Hartini, menyampaikan bahwa materi pembuatan peningset dipilih agar peserta didik mengenal tradisi Jawa secara lebih dekat melalui praktik langsung.
“Anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan tentang budaya, tetapi juga belajar mempraktikkannya. Melalui kegiatan ini mereka memahami bahwa setiap tradisi memiliki filosofi dan nilai luhur yang perlu dijaga serta dilestarikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu memperkuat pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Kemah Budaya menjadi media pembelajaran yang menyenangkan karena peserta didik belajar langsung dari budaya yang ada di sekitarnya. Kegiatan membuat peningset mengajarkan ketelitian, kerja sama, kreativitas, dan penghargaan terhadap kearifan lokal. Nilai-nilai inilah yang ingin terus kami tanamkan kepada peserta didik,” ungkapnya.
Hasil karya setiap regu kemudian dipresentasikan di hadapan pembina dan peserta lainnya. Selain menjadi ajang unjuk kreativitas, kegiatan tersebut juga mendorong siswa untuk saling mengapresiasi hasil karya teman-temannya serta belajar menyampaikan makna budaya yang terkandung dalam setiap rangkaian hantaran.
Melalui pelatihan membuat hantaran nikah (peningset), Kemah Budaya MTsN 8 Sleman tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya Jawa kepada generasi muda. Diharapkan peserta mampu menjadi pribadi yang bangga akan warisan budaya sekaligus berperan aktif dalam melestarikannya di tengah perkembangan zaman. (idw)
Tinggalkan Komentar