Sleman (MTsN 8 Sleman) – Dalam upaya meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik dan kependidikan, MTsN 8 Sleman menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Pegawai dalam Optimalisasi Penggunaan Aplikasi Jogja Madrasah Digital (JMD) pada Jumat (19/06/2026) di Aula MTsN 8 Sleman. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Yayasan Generasi Cerdas Mandiri, lembaga pengembang aplikasi Jogja Madrasah Digital (JMD).
Workshop diikuti oleh seluruh guru dan pegawai MTsN 8 Sleman yang selama ini memanfaatkan JMD sebagai platform utama dalam mendukung proses pembelajaran, administrasi, penilaian, serta layanan madrasah berbasis digital. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung menggunakan berbagai fitur terbaru yang telah dikembangkan dalam aplikasi tersebut.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan saat ini. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan guru dan pegawai dalam memanfaatkan teknologi perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“JMD telah menjadi bagian penting dalam sistem layanan dan pembelajaran di MTsN 8 Sleman. Melalui workshop ini, kami berharap seluruh guru dan pegawai semakin terampil memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia sehingga layanan pendidikan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan profesional,” ungkapnya.
Dalam sesi pelatihan, tim dari Yayasan Generasi Cerdas Mandiri memperkenalkan berbagai fitur baru yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran. Beberapa fitur tersebut antara lain soal pilihan ganda kompleks, menjodohkan, uraian, serta benar-salah yang dirancang untuk mendukung implementasi asesmen yang lebih variatif dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran saat ini.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan terkait optimalisasi fitur absensi digital yang memungkinkan pencatatan kehadiran siswa maupun guru dilakukan secara lebih praktis, akurat, dan terintegrasi dengan sistem madrasah.
Perwakilan narasumber dari Yayasan Generasi Cerdas Mandiri menjelaskan bahwa pengembangan fitur-fitur baru tersebut merupakan bentuk komitmen JMD dalam mendukung transformasi digital madrasah.
“Kami terus berupaya menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Melalui fitur-fitur terbaru ini, kami berharap guru memiliki lebih banyak pilihan dalam menyusun asesmen dan mengelola pembelajaran secara digital,” jelasnya.
Peserta workshop tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya memperoleh penjelasan teori, tetapi juga berkesempatan melakukan simulasi pembuatan soal dan pengelolaan data secara langsung. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, terutama terkait penerapan fitur-fitur baru dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Salah satu peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru melalui workshop tersebut. Menurutnya, fitur-fitur yang diperkenalkan akan sangat membantu guru dalam menyusun evaluasi pembelajaran yang lebih menarik dan menantang bagi siswa.
Melalui kegiatan ini, MTsN 8 Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya kerja berbasis teknologi serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan digital. Dengan kompetensi yang semakin baik dalam pemanfaatan JMD, guru dan pegawai diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan di era digital. (idw)
Tinggalkan Komentar