Sleman (MTsN 8 Sleman) โ Prosesi kirab siswa kelas IX menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian Akhirussanah dan Pelepasan Siswa Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 MTsN 8 Sleman yang diselenggarakan pada Kamis (4/6/2026). Mengusung nuansa budaya Jawa yang kental, kirab berlangsung khidmat dan penuh makna di hadapan orang tua, tamu undangan, guru, serta seluruh peserta yang hadir.
Suasana haru dan sakral mulai terasa saat Guru Bahasa Jawa MTsN 8 Sleman, Novita Suryaningtyas Sitoresmi, S.Pd., melantunkan tembang Jawa sebagai pembuka prosesi. Lantunan tembang yang syahdu mengiringi langkah para peserta kirab, menghadirkan nuansa budaya yang elegan sekaligus menjadi simbol doa dan harapan bagi para siswa yang akan melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Setelah tembang Jawa selesai dilantunkan, kirab dilanjutkan dengan penampilan barisan bregada yang berjalan gagah diiringi alunan Gending Soran Langen Branta. Barisan bregada terdiri atas tujuh siswa pilihan yang tampil dengan penuh percaya diri, yaitu Dzaky Arya Syaputra sebagai pemimpin bregada, Muhammad Arkaan Asyakur, Junandar Yusuf Fadillah, Ullen Sentalu, Muhammad Ariq Dzakwan, Mirza Asfa Lutfil Hadi, dan Prayogi Santcharo Pambudi.
Tepat di belakang pemimpin bregada, dua siswa pembawa bendera, Eshan Nabil Yazid dan Muhammad Novianto Saputra, membawa Bendera Merah Putih dan bendera Kementerian Agama dengan penuh khidmat. Kehadiran kedua bendera tersebut melambangkan semangat kebangsaan sekaligus identitas madrasah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Di belakang barisan bendera, prosesi kirab semakin semarak dengan penampilan dua penari, Anggraini Dini Setyaningrum dan Nayla Assyabiya Rafifa, yang membawakan gerakan tari penyambutan dengan anggun. Sementara itu, Rizki Anasti Meisyaputri dan Qotrunada Malihah Zamroni berjalan membawa bokor sebagai simbol penghormatan dan penyambutan bagi para wisudawan.
Di belakang rombongan budaya tersebut, berjalan barisan pimpinan madrasah yang terdiri atas Kepala MTsN 8 Sleman Agus Sholeh, S.Ag., para Wakil Kepala Madrasah, guru dan pegawai, wali kelas IX, serta 190 siswa kelas IX yang akan dilepas. Langkah demi langkah yang mereka tempuh menjadi simbol perjalanan panjang selama tiga tahun menempuh pendidikan di MTsN 8 Sleman.
Setelah seluruh siswa kelas IX menempati tempat duduk yang telah disediakan, prosesi kirab ditutup dengan penampilan Tari Mangastuti yang dibawakan oleh dua penari, Anggraini Dini Setyaningrum dan Nayla Assyabiya Rafifa. Tarian yang sarat makna tersebut menjadi penutup yang luar biasa, menghadirkan suasana khidmat sekaligus memukau para tamu undangan yang menyaksikan.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., menyampaikan bahwa kirab budaya ini tidak hanya menjadi bagian dari prosesi pelepasan siswa, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
โKirab ini merupakan bentuk penghormatan kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di MTsN 8 Sleman. Di sisi lain, kami juga ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa melalui prosesi yang sarat nilai dan filosofi,โ ujarnya.
Menurut Agus Sholeh, perpaduan antara nilai budaya, pendidikan, dan karakter menjadi ciri khas kegiatan Akhirussanah MTsN 8 Sleman. Melalui kirab budaya ini, siswa tidak hanya merayakan kelulusan, tetapi juga belajar menghargai warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Prosesi kirab berlangsung tertib, khidmat, dan penuh makna. Tepuk tangan para tamu undangan mengiringi setiap langkah rombongan yang memasuki lokasi acara. Kehadiran Tari Mangastuti sebagai penutup semakin menyempurnakan rangkaian kirab budaya yang ditampilkan. Momen tersebut menjadi pembuka yang istimewa dalam Akhirussanah bertema โItโs Your Time to Shineโ, sekaligus menjadi kenangan indah bagi para lulusan MTsN 8 Sleman sebelum melanjutkan perjalanan meraih cita-cita di masa depan. (idw)
Tinggalkan Komentar