Sleman (MTsN 8 Sleman)-Kegiatan Pesantren Ramadan untuk siswa kelas 8 berlangsung semakin semarak dengan digelarnya Lomba Cerdas Cermat Agama (CCA) Islam pada Kamis, 12 Maret 2026. Bertempat di Masjid Nurul Ummah, kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama dalam program Pesantren Ramadan yang bertujuan untuk mengasah wawasan keislaman para siswa.
Para siswa kelas 8 telah hadir di madrasah sejak sebelum pelaksanaan sholat Ashar. Setelah menunaikan ibadah sholat Ashar secara berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan lomba Cerdas Cermat Agama yang diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta.
Dalam pelaksanaannya, setiap kelas dari VIII A hingga VIII F mengirimkan 10 perwakilan untuk mengikuti babak penyisihan. Teknis lomba dimulai dengan guru membacakan sejumlah pernyataan, kemudian para peserta secara serentak mengangkat kertas bertuliskan โbenarโ atau โsalahโ sebagai bentuk jawaban mereka. Suasana kompetisi pun terasa menegangkan ketika pernyataan demi pernyataan diberikan. Satu per satu peserta yang menjawab kurang tepat harus mundur dari barisan.
Melalui proses seleksi yang ketat, hanya tiga kelas dengan jumlah peserta bertahan terbanyak yang berhak melaju ke babak final, yakni kelas VIII A, VIII B, dan VIII D. Ketiga kelas tersebut kemudian diwakili oleh masing-masing tiga siswa terbaiknya untuk bertanding di babak puncak.
Kelas VIII A diwakili oleh Faiqa Ayundya, Latifatul Arifah, dan Yusuf Labib Mutazam. Sementara itu, kelas VIII B diwakili oleh Yasmine Ayshanda Maulida Kaloko, Ahmad Munif, dan Silva Septiana. Adapun kelas VIII D diwakili oleh Raka Dewa Saputra, Rais Ibrahimovic Yuda, dan Prayogi Santcharo Pambudi.
Babak final berlangsung dengan persaingan yang cukup sengit. Soal-soal yang diberikan meliputi berbagai bidang ilmu agama, seperti fiqih ibadah, tarikh, sirah nabawiyah, serta aqidah akhlaq. Pada babak pertama, masing-masing regu mendapatkan tiga pertanyaan wajib. Dalam babak ini, setiap kelompok harus menjawab pertanyaan yang diberikan tanpa adanya kesempatan untuk melempar soal kepada kelompok lain apabila tidak mampu menjawab.
Memasuki babak berikutnya, suasana semakin memanas dengan adanya sesi soal rebutan. Pada babak ini, kecepatan dan ketepatan menjadi kunci utama. Kelompok yang paling cepat memberikan tanda dan mampu menjawab dengan benar berhak memperoleh tambahan skor. Sorak sorai dukungan dari teman-teman sekelas pun turut menambah semangat para peserta.
Syifa, salah satu guru pembimbing menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan. โMelalui lomba ini, kami ingin mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi keagamaan yang telah dipelajari, sekaligus menumbuhkan semangat belajar agama dengan cara yang lebih interaktif,โ ujarnya.
Sementara itu, Yasmine salah satu peserta dari kelas VIIIB mengaku merasa tertantang mengikuti lomba tersebut. โRasanya cukup tegang karena kami disaksikan oleh teman-teman yang lain. Soalnya juga cukup sulit dan membutuh konsentrasi tinggi, apalagi di babak rebutan. Tapi ini sangat seru dan menambah wawasan kami tentang agama,โ ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin termotivasi untuk memperdalam ilmu agama serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lomba Cerdas Cermat Agama Islam tidak hanya menjadi ajang adu pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter religius yang kuat di kalangan siswa. (nss)
Tinggalkan Komentar