Sleman (MTsN 8 Sleman) – Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., melaksanakan kegiatan pendampingan sekaligus monitoring pembelajaran batik di Bengkel Batik MTsN 8 Sleman pada Kamis (5/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, Agus Sholeh mendampingi guru batik, Rochamd Rapih Raharjo, S.Pd., yang sedang mengajar siswa kelas VIII. Monitoring ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pimpinan madrasah terhadap pelaksanaan pembelajaran keterampilan, khususnya batik, yang menjadi salah satu program unggulan dalam penguatan budaya dan kreativitas siswa.
Kegiatan monitoring berlangsung dalam suasana belajar yang aktif dan kondusif. Bengkel batik yang menjadi tempat praktik tampak dipenuhi siswa kelas VIII yang antusias mengikuti pembelajaran. Kehadiran Kepala Madrasah memberikan semangat tersendiri bagi para siswa, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pembelajaran berbasis keterampilan yang memadukan unsur seni, budaya, dan ketekunan.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Sholeh menyaksikan secara langsung proses penyampaian materi teori batik yang disampaikan oleh Rochamd Rapih Raharjo. Guru batik menjelaskan tentang pengenalan alat dan bahan membatik, termasuk fungsi canting, malam, kain mori, serta teknik dasar dalam membuat motif batik. Penjelasan disampaikan dengan runtut agar siswa memahami konsep dasar sebelum memulai praktik, sehingga pembelajaran dapat berjalan sesuai tahapan dan prosedur yang benar.
Setelah teori disampaikan, pembelajaran dilanjutkan dengan praktik membatik yang diperagakan langsung oleh Rochamd Rapih Raharjo. Pada tahap ini, guru memberikan contoh cara memegang canting dengan tepat, cara mengambil malam panas, serta teknik menorehkan malam ke kain sesuai pola yang telah dibuat. Para siswa menyaksikan dengan saksama demonstrasi tersebut karena tahap mencanting merupakan bagian penting dalam membatik yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta konsentrasi tinggi.
Agus Sholeh turut berkeliling mengamati siswa yang mulai mempraktikkan teknik mencanting secara mandiri. Ia melihat bagaimana para siswa berusaha menorehkan malam pada kain dengan hati-hati agar hasil garis motif rapi dan tidak melebar. Proses pembelajaran pada saat itu baru sampai pada tahap praktik menorehkan malam ke kain menggunakan canting, namun kegiatan sudah menunjukkan hasil yang positif karena siswa tampak serius dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti instruksi guru.
Dalam kegiatan tersebut, Agus Sholeh menyampaikan apresiasi atas pembelajaran yang berjalan dengan baik serta metode yang digunakan oleh guru batik. Ia menilai bahwa pembelajaran batik bukan hanya mengasah keterampilan seni, tetapi juga melatih karakter siswa seperti disiplin, ketelatenan, dan rasa cinta terhadap budaya bangsa. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan pembelajaran batik ini. Anak-anak belajar tidak hanya tentang teknik membatik, tetapi juga belajar menghargai budaya dan melatih kesabaran melalui proses mencanting,” ungkap Agus Sholeh di sela-sela kegiatan.
Monitoring pembelajaran batik ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi guru dan siswa untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan di MTsN 8 Sleman. Melalui kegiatan praktik yang dilakukan secara bertahap, siswa diharapkan mampu menghasilkan karya batik yang lebih baik pada tahap-tahap berikutnya. MTsN 8 Sleman berkomitmen untuk terus mendukung pembelajaran berbasis budaya dan keterampilan sebagai bagian dari upaya membentuk siswa yang kreatif, terampil, serta memiliki kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia. (adp)

Users Today : 401
Users Yesterday : 1197
Users This Month : 18118
Users This Year : 91814
Total Users : 850953
Views Today : 415
Who's Online : 3
Tinggalkan Komentar