Sleman (MTsN 8 Sleman) – Koordinator Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) MTsN 8 Sleman, Dra. Hj. Siti Nursafangatun, menghadiri kegiatan Advokasi dan Koordinasi UKS tentang Program Usaha Kesehatan Sekolah yang diselenggarakan di Aula Puskesmas Prambanan pada Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara satuan pendidikan dan pihak puskesmas dalam mewujudkan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Acara tersebut dihadiri oleh para guru pembina UKS dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP/MTs, hingga SMA. Kehadiran perwakilan lintas jenjang ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan UKS secara berkelanjutan dan terintegrasi. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana komunikatif dan kolaboratif.
Pertemuan advokasi dan koordinasi ini membahas sejumlah agenda penting, di antaranya penandatanganan dan pembaruan MOU tahunan, evaluasi program UKS yang telah berjalan, serta persiapan pelaksanaan skrining kesehatan bagi siswa SMP dan SMA. Selain itu, turut dibahas pula rencana pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi guru dan karyawan sebagai upaya menjaga kesehatan tenaga pendidik dan kependidikan.
Topik lain yang menjadi fokus pembahasan adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah serta penguatan program Sekolah Sehat. Materi ini dinilai sangat relevan mengingat sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini bagi peserta didik.
Kepala Puskesmas Prambanan, dr. Muchamat Indriyanto Cahyandaru, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru UKS yang hadir. Ia mengucapkan terima kasih atas komitmen dan peran aktif sekolah dalam mendukung program kesehatan sekolah. Ia juga berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan semakin ditingkatkan dari tahun ke tahun demi terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas.
Sementara itu, narasumber Rizka Destavia Rahayu dalam pemaparannya menyampaikan materi mengenai penerapan PHBS di sekolah. Ia menjelaskan berbagai indikator PHBS, antara lain kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, mengonsumsi jajanan sehat, berolahraga secara teratur, menimbang berat badan secara berkala, membuang sampah pada tempatnya, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok, serta melaksanakan kegiatan kerja bakti secara rutin di lingkungan sekolah.
Selain PHBS, Rizka Destavia Rahayu juga menekankan pentingnya mewujudkan Sekolah Sehat yang holistik. Menurutnya, Sekolah Sehat tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan. Kelima aspek tersebut harus berjalan seimbang agar tercipta lingkungan belajar yang optimal bagi peserta didik.
Dra. Hj. Siti Nursafangatun mengungkapkan rasa bangga dan senangnya dapat mengikuti kegiatan advokasi dan koordinasi UKS ini. Ia berharap berbagai materi dan hasil koordinasi yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di MTsN 8 Sleman. Menurutnya, dukungan dan kerja sama yang baik antara madrasah dan puskesmas menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan madrasah yang sehat, peduli, dan berbudaya hidup bersih dan sehat. (adp)
Tinggalkan Komentar