Sleman ( MTs N8 Sleman )– Sebuah acara istimewa yang menyatukan seni dan budaya digelar di Fabulous Kareem JCM Sleman, pada tanggal 25 Maret 2025. Dua guru dari MTs N 8 Sleman, Diah Hamdiah S. Ag (guru Bahasa Arab) dan Ike Dewi Wijayanti S.Pd. (guru Bahasa Inggris), tampil sukses dalam memandu acara yang penuh pesona: Fashion Show Batik dan penampilan Hadroh. Acara yang menyuguhkan kekayaan budaya Indonesia ini tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa.
Fashion show batik yang digelar dalam acara ini mengangkat tema “Keindahan Batik Ciprat dalam Sentuhan Modern”. Diah Hamdiah dan Ike Dewi Wijayanti, sebagai pembawa acara, memulai rangkaian acara dengan memperkenalkan keunikan dan filosofi di balik batik, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Penampilan para model yang mengenakan busana batik dengan desain kekinian namun tetap mengutamakan keaslian motif batik lokal memukau seluruh penonton. Busana batik tersebut merupakan hasil karya siswa MTs N 8 Sleman yang memadukan keindahan tradisi dengan sentuhan modern. Batik yang dipamerkan tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya, tetapi juga menunjukkan bagaimana kain tradisional ini dapat diterima dengan baik dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam acara-acara formal maupun kasual.
Diah Hamdiah, yang dikenal memiliki kedalaman pengetahuan tentang budaya Islam, menyampaikan bahwa batik tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung makna spiritual dan moral yang mendalam. “Batik adalah bagian dari identitas bangsa kita yang harus dijaga dan dilestarikan. Lewat acara ini, kami ingin memperkenalkan bahwa batik adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai tersendiri,” ujarnya.
Tak hanya fashion show batik, acara tersebut juga menampilkan penampilan hadroh yang memukau. Hadroh, seni musik tradisional yang sering dimainkan dalam acara-acara keagamaan, menjadi salah satu daya tarik utama pada malam tersebut. Dengan irama yang harmonis dan suara vokal yang penuh semangat, penampilan hadroh ini mampu membangkitkan suasana penuh kehangatan dan kekhusyukan di tengah acara.
Ike Dewi Wijayanti, yang turut tampil dalam kelompok hadroh, menjelaskan bahwa hadroh adalah salah satu bentuk seni yang memiliki makna yang dalam. “Selain sebagai hiburan, hadroh adalah cara kami untuk mengingatkan tentang keindahan nilai-nilai spiritual. Lagu-lagu yang dibawakan dalam hadroh sering kali mengandung pesan moral dan keagamaan yang bisa menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ike.
Para siswa MTs N 8 Sleman juga turut berperan dalam penampilan hadroh ini, menunjukkan bakat dan kemampuan mereka dalam melantunkan pujian-pujian yang menggetarkan hati. Penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan damai dan kedamaian yang sangat diperlukan di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang semakin modern ini.
Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari kerjasama yang solid antara para guru dan siswa. Diah Hamdiah dan Ike Dewi Wijayanti berhasil menyatukan dua elemen penting dalam kebudayaan Indonesia, yakni batik dan hadroh, serta menyampaikan pesan yang kuat tentang pentingnya melestarikan budaya lokal kepada generasi muda. Mereka berdua juga memberikan contoh bagaimana peran pendidik tidak hanya sebatas mengajar di kelas, tetapi juga aktif dalam melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang memperkaya nilai-nilai budaya dan sosial.
Kepala MTs N 8 Sleman, Agus Sholeh S, Ag yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan kebanggaannya terhadap kedua guru tersebut. “Ibu Diah dan Ibu Ike telah menunjukkan bahwa guru bukan hanya pendidik di dalam kelas, tetapi juga bisa menjadi teladan dalam melestarikan budaya dan seni. Ini adalah contoh nyata bahwa pendidikan di MTs N 8 Sleman tidak hanya mengajarkan pelajaran akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa melalui seni dan budaya,” ujarnya.
Acara ini berhasil menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda yang hadir, baik itu siswa MTs N 8 Sleman maupun masyarakat sekitar. Melalui Fashion Show Batik dan penampilan Hadroh, para peserta dan penonton diajak untuk mencintai dan menghargai budaya Indonesia yang kaya akan keberagaman. Selain itu, acara ini juga menunjukkan betapa pentingnya mengembangkan bakat dan minat di luar dunia akademis, yang dapat membuka peluang baru bagi setiap individu.
Diah Hamdiah dan Ike Dewi Wijayanti berharap, melalui kegiatan ini, para siswa dapat lebih mendalami dan mengapresiasi seni serta budaya Indonesia, serta mengembangkan rasa bangga terhadap identitas budaya mereka. “Kami berharap bahwa kegiatan ini bisa memberikan pengalaman yang berharga bagi siswa, dan mereka dapat meneruskan kecintaan terhadap budaya Indonesia ke depannya,” ujar Ike.
Acara berakhir dengan sambutan hangat dari Diah Hamdiah dan Ike Dewi Wijayanti, yang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, serta kepada para peserta yang telah berpartisipasi dengan antusias. Mereka berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak acara serupa di masa depan.
Acara ini menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya tentang belajar di dalam kelas, tetapi juga tentang belajar untuk mencintai dan melestarikan kekayaan budaya. Melalui Fashion Show Batik dan penampilan Hadroh, MTs N 8 Sleman telah menunjukkan bahwa seni dan budaya adalah bagian tak terpisahkan dari pendidikan yang dapat membentuk karakter dan identitas bangsa. (r3)
Tinggalkan Komentar