Sleman (MTsN 8 Sleman) – Semangat literasi dan kreativitas murid MTsN 8 Sleman kembali diwujudkan melalui sebuah karya buku berjudul Goresan Diary Madyadesta: Sebuah Antologi Literasi Murid MTsN 8 Sleman pada Selasa (2/9/2026). Buku tersebut merupakan kumpulan karya literasi murid yang lahir dari rangkaian kegiatan literasi dalam Proyek P5RA di MTsN 8 Sleman.
Buku Goresan Diary Madyadesta menjadi salah satu bentuk dokumentasi kreativitas dan ekspresi murid melalui tulisan. Beragam pengalaman, pemikiran, dan gagasan murid dituangkan dalam karya literasi yang kemudian dihimpun menjadi sebuah antologi. Kehadiran buku ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi di madrasah tidak hanya diarahkan pada aktivitas membaca, tetapi juga memberikan ruang kepada murid untuk menghasilkan karya.
Proses penyusunan antologi tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan literasi dalam Proyek P5RA. Melalui kegiatan tersebut, murid mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menuangkan pengalaman dan sudut pandang mereka ke dalam bentuk tulisan. Karya-karya yang dihasilkan kemudian dihimpun dan disusun menjadi buku sehingga dapat menjadi bagian dari jejak literasi MTsN 8 Sleman.
Koordinator proyek, Tanaya Yuka Prihatna, S.S., menyampaikan bahwa lahirnya buku tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid untuk berkarya dan mendokumentasikan hasil literasi mereka. “Buku ini lahir dari proses kegiatan literasi dalam Proyek P5RA. Kami ingin memberikan ruang kepada murid untuk menuangkan pengalaman, gagasan, dan kreativitas mereka melalui tulisan. Kumpulan tulisan tersebut kemudian menjadi sebuah antologi yang dapat dibaca dan dinikmati bersama,” ungkap Tanaya.
Menurutnya, karya dalam buku tersebut tidak hanya menjadi hasil dari sebuah proyek, tetapi juga menjadi dokumentasi perjalanan literasi murid MTsN 8 Sleman. Setiap tulisan menjadi bagian dari rekam jejak proses belajar dan kreativitas murid dalam mengembangkan kemampuan literasi.
Kepala Perpustakaan Madyadesta, Himawan Bayu Nugroho, S.Pd., menyambut baik hadirnya buku tersebut sebagai bagian dari koleksi literasi karya murid. Menurutnya, perpustakaan memiliki peran untuk menyediakan ruang bagi karya-karya warga madrasah agar dapat dibaca dan diapresiasi secara lebih luas. “Kami menyambut baik hadirnya Goresan Diary Madyadesta sebagai salah satu koleksi karya murid. Buku ini bukan hanya untuk disimpan, tetapi diharapkan dapat dibaca oleh warga madrasah sehingga karya yang dihasilkan murid dapat memberikan inspirasi bagi murid lainnya untuk ikut menulis dan berkarya,” ujar Himawan.
Buku Goresan Diary Madyadesta kini dapat dipinjam di Perpustakaan Madyadesta. Kehadiran buku tersebut di perpustakaan memberikan kesempatan kepada murid, guru, dan tenaga kependidikan untuk mengenal karya-karya yang dihasilkan oleh murid MTsN 8 Sleman.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., memberikan apresiasi atas lahirnya antologi tersebut. Menurutnya, karya literasi murid merupakan bagian penting dari proses pendidikan karena memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghasilkan karya. “Kami mengapresiasi lahirnya Goresan Diary Madyadesta sebagai karya literasi murid MTsN 8 Sleman. Ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran dapat menghasilkan karya yang dapat dibaca dan dimanfaatkan bersama. Kami berharap budaya literasi terus berkembang dan semakin banyak murid yang berani menuangkan gagasan serta pengalamannya dalam bentuk tulisan,” tutur Agus Sholeh.
Kehadiran antologi tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap proses dan karya murid yang telah dihasilkan melalui Proyek P5RA. Tulisan-tulisan yang terkumpul menjadi dokumentasi kreativitas murid sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus mengembangkan kemampuan literasi.
Melalui rilis Goresan Diary Madyadesta: Sebuah Antologi Literasi Murid MTsN 8 Sleman, madrasah terus mendorong tumbuhnya budaya literasi yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, tetapi juga pada keberanian menulis, berkarya, dan berbagi gagasan. Buku tersebut kini menjadi salah satu bagian dari koleksi Perpustakaan Madyadesta dan dapat dimanfaatkan oleh warga madrasah sebagai bahan bacaan sekaligus sumber inspirasi untuk berkarya. (idw)
Tinggalkan Komentar