Sleman (MTsN 8 Sleman) – Dua peserta didik MTsN 8 Sleman mendapat kepercayaan menjalankan tugas sebagai pemimpin pasukan dalam Apel Besar Hari Pramuka Ke-65 Kwartir Cabang (Kwarcab) Sleman Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Shiva, Kompleks Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Kamis (27/08/2026).
Kedua peserta didik tersebut adalah Eshan Nabil Yazid, yang bertugas sebagai Pemimpin Pasukan Penggalang Putra, dan Yuswita Silvi Aprilia Putri, yang dipercaya sebagai pemimpin pasukan. Keduanya merupakan anggota Pramuka MTsN 8 Sleman yang mendapat kesempatan mengambil bagian dalam salah satu rangkaian kegiatan kepramukaan tingkat Kabupaten Sleman tersebut.
Apel Besar Hari Pramuka Ke-65 diikuti oleh ribuan tamu undangan dan peserta dari berbagai sekolah serta madrasah di Kabupaten Sleman. Bertindak selaku Pembina Apel, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E.
Kepercayaan kepada Eshan dan Yuswita untuk memimpin pasukan menjadi bagian penting dari partisipasi MTsN 8 Sleman dalam kegiatan tersebut. Tugas sebagai pemimpin pasukan menuntut kesiapan, kedisiplinan, konsentrasi, keberanian, serta kemampuan menjalankan instruksi dengan tepat selama apel berlangsung.
Sejak persiapan hingga pelaksanaan, keduanya menjalankan tugas dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Mereka menjadi bagian dari peserta yang berada di barisan terdepan dalam memastikan pasukan dapat mengikuti rangkaian apel sesuai arahan dan tata upacara kepramukaan.
Bagi Eshan, kepercayaan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan melalui kegiatan Pramuka. “Saya merasa senang sekaligus bangga mendapatkan kepercayaan untuk menjadi pemimpin pasukan. Tugas ini mengajarkan saya untuk lebih disiplin, fokus, dan bertanggung jawab terhadap pasukan yang saya pimpin,” ujar Eshan.

Sementara itu, Yuswita menyampaikan bahwa pengalaman tersebut memberikan kesempatan baginya untuk belajar tampil percaya diri dan menjalankan tanggung jawab dalam kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai sekolah dan madrasah. “Menjadi pemimpin pasukan merupakan pengalaman yang berharga. Saya belajar untuk tetap tenang, percaya diri, dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal untuk kegiatan-kegiatan berikutnya,” ungkap Yuswita.
Wakil Kepala MTsN 8 Sleman Bidang Kesiswaan, Ika Sudaryatiningsih, S.Pd., yang turut mendampingi peserta, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada kedua peserta didik tersebut. “Kepercayaan kepada Eshan dan Yuswita menunjukkan bahwa peserta didik MTsN 8 Sleman mampu mengambil peran dalam kegiatan kepramukaan di tingkat kabupaten. Ini menjadi pengalaman penting untuk melatih kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab mereka,” ujar Ika.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., juga memberikan apresiasi atas tugas yang dijalankan Eshan dan Yuswita. “Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada peserta didik MTsN 8 Sleman untuk menjadi pemimpin pasukan. Kepemimpinan tidak cukup dipelajari melalui teori, tetapi juga perlu dilatih melalui pengalaman nyata. Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik bagi peserta didik untuk belajar bertanggung jawab, disiplin, dan percaya diri,” ungkap Agus Sholeh.
Menurutnya, kegiatan kepramukaan memiliki kontribusi penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Nilai kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang dibangun melalui kegiatan Pramuka sejalan dengan upaya madrasah dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter. “Kami berharap pengalaman Eshan dan Yuswita dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk berani mengambil kesempatan, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi positif bagi madrasah,” tambahnya.
Apel Besar Hari Pramuka Ke-65 Kwarcab Sleman Tahun 2026 berlangsung tertib dan lancar. Suasana kegiatan semakin istimewa dengan latar Candi Prambanan yang tampak megah dari Lapangan Shiva. Ribuan peserta mengikuti apel dengan penuh semangat sebagai bagian dari peringatan Hari Pramuka ke-65.
Bagi MTsN 8 Sleman, kepercayaan kepada Eshan Nabil Yazid dan Yuswita Silvi Aprilia Putri menjadi pengalaman sekaligus bagian dari proses pembinaan kepemimpinan peserta didik. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kepramukaan, madrasah terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan memimpin. (idw)
Tinggalkan Komentar