Sleman (MTsN 8 Sleman) – Guru MTsN 8 Sleman mengikuti webinar Ekoteologi yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman secara daring melalui Zoom pada Senin (24/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian warga madrasah terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui pendekatan pendidikan dan nilai-nilai keagamaan.
Webinar tersebut menghadirkan Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag Sleman, H. Achmad Fauzi, sebagai salah satu narasumber. Fauzi menyampaikan materi bertajuk “Edukasi Ekoteologi dan Kepedulian Lingkungan melalui CAPING dan Madrasah Adiwiyata” yang menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Fauzi menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini dan dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Kebiasaan kecil seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah, menggunakan sumber daya secara bijak, serta merawat lingkungan sekitar dapat menjadi langkah awal untuk membangun karakter peduli lingkungan.
Menurutnya, madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan budaya positif bagi murid.
“Lingkungan madrasah dapat menjadi laboratorium hidup bagi murid. Apa yang mereka lihat, lakukan, dan biasakan di lingkungan madrasah akan menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka,” jelas Fauzi.
Selain H. Achmad Fauzi, webinar juga menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Mustika Dewi, S.H. Ia menyampaikan materi bertema “Menanam untuk Masa Depan” yang mengajak peserta untuk meningkatkan kepedulian terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.
Mustika Dewi menekankan bahwa kegiatan menanam pohon bukan sekadar aktivitas penghijauan, tetapi merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi keberlangsungan kehidupan. “Satu pohon yang ditanam hari ini adalah investasi kehidupan untuk generasi mendatang,” ungkapnya.
Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga keberadaan pohon dan ruang hijau sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Gerakan menanam dan merawat pohon diharapkan dapat menjadi kebiasaan bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga, madrasah, hingga masyarakat.
Salah satu peserta webinar, Andriyani Dwi Puspitahadi, S.Pd., guru MTsN 8 Sleman, mengungkapkan rasa senang dan syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan wawasan baru sekaligus penguatan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu dilakukan secara konsisten melalui keteladanan dan pembiasaan.
“Saya senang dan bersyukur dapat mengikuti webinar ini. Materinya sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan madrasah,” ungkap Andriyani.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui webinar dapat diterapkan dan dikembangkan di MTsN 8 Sleman. Dengan demikian, warga madrasah dapat bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan serta menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan. (adp)
Tinggalkan Komentar