Sleman (MTsN 8 Sleman)— Menjadi bagian dari petugas Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026 menjadi pengalaman berharga bagi sejumlah murid MTsN 8 Sleman. Di balik pelaksanaan tugas yang berlangsung dengan penuh khidmat, tersimpan berbagai kesan, mulai dari rasa senang, tegang, hingga bangga.
Salah satu petugas Paskibra, Kanaya Mikhayla Andini dari kelas 8C, mengaku mendapatkan pengalaman yang menyenangkan meskipun harus menjalani rangkaian kegiatan di bawah terik matahari.
“Seru. Walaupun panas, tetapi tetap seru. Menjadi petugas Paskibra juga menambah pengalaman bagi saya. Pengalaman ini bisa menjadi dasar dan bekal ketika nanti melanjutkan ke SMA,” ungkap Kanaya.
Kesan serupa disampaikan Christina Novita Dewi dari kelas 8D. Menurutnya, menjadi petugas Paskibra bukan hanya memberikan pengalaman dalam menjalankan tugas upacara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk lebih mengenal teman-teman dari kelas dan jenjang yang berbeda.
“Menurut saya seru, walaupun memang panas. Kegiatan ini menambah pengalaman dan membuat saya lebih mengenal teman-teman yang lain, terutama adik-adik kelas,” tutur Christina.
Sementara itu, Azzahra Arvita Putri dari kelas 8E memiliki pengalaman yang lebih menegangkan. Azzahra dipercaya menjalankan tugas sebagai pembawa baki dalam upacara tersebut. Ia mengaku merasakan berbagai emosi sebelum menjalankan tugas, mulai dari senang, tegang, hingga gugup.
“Saya merasa senang, tetapi juga tegang dan gugup karena mendapat tugas sebagai pembawa baki. Untuk mempersiapkannya, saya berlatih dengan sungguh-sungguh dan tidak lupa berdoa agar tugas dapat berjalan dengan lancar,” ujar Azzahra.
Kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai pembawa baki juga menjadi kejutan bagi keluarga Azzahra. Ayahnya yang hadir pada upacara tersebut mengaku terkejut karena tidak menyangka Azzahra terpilih untuk menjalankan tugas tersebut. Namun, rasa terkejut itu kemudian berubah menjadi kebanggaan.
“Orang tua saya awalnya kaget karena tidak menyangka saya terpilih sebagai pembawa baki. Mereka juga merasa bangga,” ungkapnya.
Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, Azzahra mengaku merasa terharu sekaligus lega karena dapat menyelesaikan tugas dengan lancar.
“Setelah selesai bertugas, saya merasa terharu dan lega karena semuanya bisa berjalan dengan lancar. Rasanya senang sekali bisa mendapatkan pengalaman ini,” katanya.
Pengalaman menjadi petugas Paskibra tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga bagi para murid. Latihan yang dilakukan secara rutin menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian dalam diri mereka.
Rahmanto Nugroho, S.Pd., mengatakan bahwa pembentukan Paskibra di MTsN 8 Sleman merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman positif sekaligus membangun karakter siswa.
“Keberadaan Paskibra kami harapkan dapat memberikan pengalaman yang berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya menjalankan tugas dalam upacara, tetapi juga memiliki rasa bangga karena pernah menjadi bagian dari Paskibra,” ujar Rahmanto.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi kenangan sekaligus bekal positif bagi para siswa dalam menjalani pendidikan dan kehidupan mereka di masa mendatang. Dengan demikian, tugas sebagai Paskibra tidak sekadar menjadi bagian dari sebuah upacara, tetapi juga menjadi proses pembelajaran karakter yang menumbuhkan rasa disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, dan cinta tanah air. (nss)
Tinggalkan Komentar