Sleman (MTsN 8 Sleman) — Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Madyadesta MTsN 8 Sleman sukses menjalankan tugas dalam upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Para anggota Paskibra menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih dengan penuh tanggungjawab sehingga upacara berlangsung dengan khidmat.
Paskibra Madyadesta mendapat pembinaan dari empat pelatih, yakni Aiptu Yusup B., S.H., Panit 1 Binmas Polsek Prambanan; AIPDA Mahmudi, Bhabinkamtibmas; Alfian Nuraya, S.T.; dan Rahmanto Nugroho, S.Pd.
Pembinaan Paskibra tidak hanya berfokus pada keterampilan baris-berbaris dan tata upacara, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter siswa. Kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan kepercayaan diri menjadi nilai yang ditanamkan selama proses latihan.
Rahmanto Nugroho, S.Pd., mengatakan pembentukan Paskibra di MTsN 8 Sleman merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman positif sekaligus membangun karakter siswa.
“Keberadaan Paskibra kami harapkan dapat memberikan pengalaman yang berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya menjalankan tugas dalam upacara, tetapi juga memiliki rasa bangga karena pernah menjadi bagian dari Paskibra,” ujar Rahmanto.
Menurutnya, kedisiplinan menjadi salah satu karakter utama yang dibangun melalui kegiatan Paskibra. Latihan yang dilakukan secara teratur diharapkan dapat membentuk kebiasaan disiplin yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Paskibra menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kedisiplinan siswa. Melalui latihan yang terarah dan konsisten, kami ingin membentuk siswa yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama,” jelasnya.
Pada tahun ini, Paskibra Madyadesta menggunakan formasi 17-08-45 dalam pelaksanaan pengibaran bendera. Formasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan penampilan Paskibra. Sebelumnya, pada tahun pertama, formasi yang digunakan adalah formasi 9.
Rahmanto berharap kedepannya pembinaan Paskibra di MTsN 8 Sleman dapat terus berlanjut melalui kegiatan ekstrakurikuler Tonti yang lebih terarah. Ekstrakurikuler ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan kedisiplinan dan keterampilan baris-berbaris siswa.
“Ke depan, kami berharap ada ekstrakurikuler Tonti yang dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kedisiplinan, ketertiban, dan keterampilan baris-berbaris,” ungkapnya.
Selain membentuk anggota Paskibra yang terampil, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan siswa yang dapat menjadi teladan bagi lingkungan madrasah.
“Kami juga berharap anggota Paskibra dapat menjadi duta kedisiplinan di madrasah. Mereka bisa menjadi contoh bagi siswa lainnya, terutama dalam hal disiplin, tanggung jawab, dan sikap positif,” tutur Rahmanto.
Apresiasi juga disampaikan Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh S. Ag., atas pelaksanaan upacara dan kinerja seluruh petugas, khususnya tim Paskibra Madyadesta. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan upacara tidak terlepas dari persiapan dan kerja sama seluruh pihak.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas upacara dan tim Paskibra yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Penampilan mereka menunjukkan kedisiplinan, kekompakan, dan tanggung jawab yang patut diapresiasi,” ujar Agus Sholeh.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh siswa selama mengikuti latihan dan bertugas dalam upacara dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.
“Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi siswa untuk terus meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa cinta Tanah Air. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan di madrasah,” tambahnya.
Penampilan Paskibra Madyadesta dalam upacara HUT ke-81 RI menjadi bagian dari upaya MTsN 8 Sleman menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan nasionalisme kepada siswa. Pengalaman menjalankan tugas sebagai pengibar bendera diharapkan tidak berhenti pada momentum upacara, tetapi menjadi bekal bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. (nss)
Tinggalkan Komentar