Sleman (MTsN 8 Sleman) – Tiga Guru Bahasa Indonesia MTsN 8 Sleman, Anik Susiati, S.Pd., Yusri Alifah, S.Pd., dan Toto Infantoro, S.Pd., mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Sleman yang dikemas dalam Lokakarya Integrasi STEAM dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Membangun Literasi, Kreativitas, dan Kolaborasi. Kegiatan berlangsung pada Selasa (21/07/2026) di MTs Sunan Pandanaran dan diikuti oleh 43 guru Bahasa Indonesia MTs se-Kabupaten Sleman.
Lokakarya menghadirkan Sigit Tri Guntori, M.Si., Widyaiswara Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami penerapan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kreatif, dan berpusat pada peserta didik.
Materi yang disampaikan menekankan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berfokus pada penguasaan aspek kebahasaan, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi melalui berbagai aktivitas berbasis proyek serta pemecahan masalah nyata.
Selain pemaparan materi, para peserta juga berdiskusi dan berbagi praktik baik mengenai strategi pembelajaran yang mengintegrasikan literasi dengan pendekatan STEAM. Suasana lokakarya berlangsung interaktif, memberikan kesempatan kepada guru untuk saling bertukar pengalaman serta merancang pembelajaran yang lebih inovatif sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Guru Bahasa Indonesia MTsN 8 Sleman, Anik Susiati, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan MGMP menjadi sarana yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi profesional guru.
“Lokakarya ini memberikan banyak inspirasi tentang bagaimana pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dikemas lebih kreatif melalui pendekatan STEAM. Kami memperoleh berbagai ide yang dapat diterapkan di kelas agar siswa tidak hanya terampil berliterasi, tetapi juga mampu berpikir kritis, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang inovatif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Yusri Alifah, S.Pd., mengatakan bahwa lokakarya tersebut membuka wawasan baru mengenai implementasi STEAM dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
“Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki ruang yang sangat luas untuk diintegrasikan dengan pendekatan STEAM. Melalui lokakarya ini, kami mendapatkan banyak inspirasi untuk merancang pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif, dan menantang sehingga siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menghasilkan karya yang bermakna,” tuturnya.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., mengapresiasi keikutsertaan guru dalam kegiatan pengembangan profesi tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu kunci dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas.
“Madrasah selalu mendukung guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya. Melalui kegiatan MGMP seperti ini, guru memperoleh wawasan baru yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna, inovatif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan saat ini,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam Lokakarya Integrasi STEAM, guru-guru Bahasa Indonesia MTsN 8 Sleman diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran yang semakin kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan literasi peserta didik. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen MTsN 8 Sleman dalam mendukung peningkatan kompetensi pendidik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu, inovatif, dan berpihak pada peserta didik. (idw)
Tinggalkan Komentar