Sleman (MTsN 8 Sleman) – Rangkaian kegiatan Kemah Budaya MTsN 8 Sleman Tahun 2026 semakin semarak dengan digelarnya lomba Cerkak Basa Jawa di Bumi Perkemahan Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan, pada Senin (22/06/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu ajang untuk mengasah kemampuan literasi, kreativitas, serta kecintaan peserta didik terhadap bahasa dan budaya Jawa.
Lomba Cerkak Basa Jawa diikuti oleh seluruh regu peserta kemah dengan mengirimkan dua orang perwakilan dari setiap regu. Setiap peserta membawakan naskah cerkak sesuai hasil undian yang telah ditentukan panitia. Dengan penuh percaya diri, para peserta tampil menyampaikan cerita menggunakan bahasa Jawa dengan ekspresi, penghayatan, dan intonasi yang beragam.
Beberapa judul cerkak yang dibawakan peserta mengangkat berbagai tema kehidupan, di antaranya “Ngudi Kawruh ing Jaman Anyar”, “Tandur Katresnan Lingkungan”, “Gegayuhan Nalika Merantau”, “Katresnan marang Basa Jawa”, serta “Gotong Royong Nglestarekake Seni Desa”. Melalui cerita-cerita tersebut, peserta diajak menyampaikan pesan tentang semangat belajar, kepedulian lingkungan, perjuangan meraih cita-cita, pelestarian bahasa Jawa, dan pentingnya menjaga seni tradisi.
Suasana lomba berlangsung hangat dan penuh apresiasi. Para peserta tampak berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya, mulai dari pengucapan bahasa Jawa, ekspresi wajah, penghayatan karakter, hingga penyampaian pesan moral dalam cerita. Sorak dukungan dari teman satu regu turut menambah semangat para peserta yang tampil di depan panggung.
Pembina Pramuka MTsN 8 Sleman, Kak Dra. Hj. Hartini, menyampaikan bahwa lomba Cerkak Basa Jawa merupakan bagian penting dalam Kemah Budaya karena memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal dan mencintai budaya daerah.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar berbicara menggunakan bahasa Jawa, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita. Harapannya mereka semakin bangga dengan budaya sendiri dan mampu melestarikannya di era modern,” ungkapnya.
Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik. Nilai-nilai seperti percaya diri, tanggung jawab, kreativitas, serta keberanian tampil di depan umum dapat berkembang melalui proses latihan dan penampilan.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa lomba cerkak menjadi pengalaman menarik selama mengikuti Kemah Budaya. “Awalnya merasa gugup, tetapi setelah tampil rasanya senang karena bisa belajar bahasa Jawa sekaligus berani berbicara di depan banyak orang,” ujarnya.
Melalui lomba Cerkak Basa Jawa ini, MTsN 8 Sleman berharap generasi muda semakin mengenal kekayaan budaya Jawa dan mampu menjadi penerus yang turut menjaga warisan leluhur. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat tema Kemah Budaya 2026, “Pedang Satriya” (Penggalang Disiplin Agamis Santun Terampil Berbudaya). (idw)
Tinggalkan Komentar