Sleman (MTsN 8 Sleman) — Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti halaman MTsN 8 Sleman pada Jumat (5/6/2026). Sebelum mengikuti kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama, seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX melaksanakan Salat Duha berjamaah yang dipimpin oleh H. Jumanudin, M.Pd.I.
Kegiatan Salat Duha berjamaah merupakan salah satu program pembiasaan keagamaan yang rutin dilaksanakan di MTsN 8 Sleman sebelum para siswa memasuki kelas masing-masing. Setiap pagi, siswa dibiasakan untuk mengawali aktivitas belajar dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah salat sunnah. Program ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, disiplin, dan berakhlakul karimah.
Sejak pagi hari para siswa telah berkumpul dengan tertib di halaman madrasah. Dengan mengenakan seragam yang rapi, mereka mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari persiapan salat, pelaksanaan Salat Duha berjamaah, hingga doa bersama. Suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan tampak dari kesungguhan para siswa dalam mengikuti ibadah tersebut.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., menyampaikan bahwa pembiasaan Salat Duha berjamaah memiliki banyak manfaat, tidak hanya dari sisi spiritual tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Melalui Salat Duha berjamaah, anak-anak dibiasakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, melatih kedisiplinan waktu, serta menumbuhkan rasa kebersamaan. Kami berharap kebiasaan baik ini dapat terus terbawa hingga di rumah dan di masyarakat,” ujar Agus Sholeh.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari terbentuknya karakter dan akhlak mulia peserta didik. Oleh karena itu, madrasah terus berupaya menghadirkan berbagai program pembiasaan yang dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Usai melaksanakan Salat Duha dan berdoa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Moderasi Beragama yang diselenggarakan bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias.
Hadir sebagai narasumber dari FKUB Kabupaten Sleman, Anji Sujiman. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang dan sikap beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta penghormatan terhadap keberagaman tanpa mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut.
Menurut Anji, moderasi beragama memiliki empat indikator utama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Keempat indikator tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.
“Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keimanan seseorang, tetapi bagaimana kita mampu menjalankan ajaran agama dengan baik sekaligus menghormati orang lain yang berbeda. Sikap saling menghargai, menghormati, dan menjaga persaudaraan harus ditanamkan sejak usia sekolah,” jelas Anji.
Melalui pembiasaan Salat Duha berjamaah dan penguatan pemahaman moderasi beragama, MTsN 8 Sleman berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, toleran, dan mampu menjadi teladan dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. (adp)
Tinggalkan Komentar