Sleman (MTsN 8 Sleman)-Kamis, 12 Maret 2026 menjadi hari kedua pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadan bagi siswa kelas 7 dengan agenda utama berupa praktik sholat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pembinaan ibadah sekaligus evaluasi kemampuan siswa dalam melaksanakan sholat sesuai tuntunan yang benar.
Sejak pagi hari, para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan. Dalam pelaksanaannya, siswa laki-laki dan perempuan dipisahkan ke dalam kelompok yang berbeda, masing-masing dengan guru pembimbing tersendiri. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif dan nyaman selama praktik berlangsung.
Praktik sholat dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Masjid Nurul Ummah serta di ruang kelas yang telah disiapkan. Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil berdasarkan bacaan sholat yang sering digunakan dalam keseharian, seperti bacaan niat, doa iftitah, Al-Fatihah, surat pendek, hingga bacaan rukuk, dan sujud. Setiap kelompok mendapat giliran untuk mempraktikkan sholat di hadapan guru pembimbing.
Malinda, salah satu guru pembimbing menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada gerakan, tetapi juga pada ketepatan bacaan.
“Kami ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya hafal, tetapi juga memahami dan mampu melaksanakan sholat dengan benar, baik dari segi gerakan maupun bacaannya,” ujarnya.
Selama praktik berlangsung, suasana terlihat tertib dan penuh perhatian. Para siswa tampak berusaha menampilkan yang terbaik saat praktik di hadapan guru. Meski sebagian terlihat gugup, hal tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Setelah seluruh siswa mendapatkan kesempatan praktik, guru pembimbing memberikan evaluasi secara langsung. Evaluasi ini mencakup koreksi gerakan, pelafalan bacaan, serta kekhusyukan dalam melaksanakan sholat. Guru juga memberikan motivasi agar siswa terus memperbaiki kualitas ibadah mereka.
Iput, salah satu siswa kelas 7C mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Awalnya saya merasa gugup saat praktik di depan guru, tetapi setelah mendapat arahan, saya jadi lebih paham bagian mana yang perlu diperbaiki,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat mengetahui sejauh mana kemampuan mereka dalam melaksanakan ibadah sholat serta termotivasi untuk terus meningkatkan kualitasnya. Pesantren Ramadan tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, tetapi juga sarana pembentukan karakter religius dan kedisiplinan dalam beribadah bagi para siswa. (nss)
Tinggalkan Komentar