Sleman (MTsN 8 Sleman) – Menjelang pergantian tahun sekaligus memasuki babak baru kalender akademik, MTsN 8 Sleman menggelar rapat koordinasi pembagian tugas mengajar untuk Semester 2 Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan pada Jumat (19/12/2025) bertempat di Aula MTsN 8 Sleman. Rapat ini menjadi momentum krusial bagi seluruh civitas akademika untuk menyelaraskan visi dan strategi pendidikan guna meningkatkan mutu pembelajaran bagi seluruh siswa di lingkungan madrasah.
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Muhammad Arwani Munib, M.Pd. Dalam pembukaannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan administrasi dan mental para pendidik sebelum memasuki semester genap. Agenda utama rapat ini bukan sekadar pembagian jam mengajar rutin, melainkan juga sinkronisasi program kerja madrasah yang harus disesuaikan dengan dinamika pendidikan terkini serta evaluasi terhadap capaian pembelajaran pada semester sebelumnya agar target akademik dapat tercapai secara maksimal.
Kepala MTsN 8 Sleman dalam sambutannya memberikan arahan strategis terkait arah kebijakan pendidikan di madrasah tersebut. Beliau menyampaikan instruksi tegas bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran pada semester genap mendatang, para guru diwajibkan untuk sudah menerapkan konsep “Pembelajaran Mendalam” secara konsisten. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak hanya sekadar menghafal materi, tetapi mampu memahami esensi dan relevansi dari setiap ilmu yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah menekankan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi roh utama dalam setiap interaksi edukatif di MTsN 8 Sleman. Melalui KBC, setiap guru diharapkan dapat menyentuh sisi emosional dan spiritual siswa, sehingga tercipta ikatan batin yang kuat antara pendidik dan peserta didik. Pendekatan ini diyakini mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan karakter siswa yang berakhlakul karimah di samping keunggulan intelektual yang terus diasah melalui kurikulum nasional.
Dalam konteks Pembelajaran Mendalam, para guru diinstruksikan untuk mampu menciptakan suasana kelas yang memenuhi tiga unsur utama, yakni mindful, meaningful, dan joyful. Kelas yang mindful berarti menghadirkan kesadaran penuh dalam belajar, meaningful memastikan setiap materi memiliki makna bagi masa depan siswa, dan joyful mengedepankan suasana yang menyenangkan tanpa tekanan. Kombinasi ketiga elemen ini diharapkan dapat memicu motivasi internal siswa untuk mengeksplorasi potensi diri mereka secara lebih luas dan kreatif.
Terkait dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pelaksanaannya harus mengakar pada penerapan “Panca Cinta”. Panca Cinta ini menjadi fondasi bagi guru dalam memperlakukan siswa dengan rasa kasih sayang, kepedulian, dan keikhlasan. Dengan mengedepankan aspek kemanusiaan dalam setiap sesi pembelajaran, madrasah berupaya membangun ekosistem pendidikan yang harmonis, di mana setiap anak merasa dihargai, dicintai, dan didorong untuk mencapai versi terbaik dari diri mereka sendiri tanpa rasa takut akan kegagalan.
Menutup rangkaian agenda tersebut, Muhammad Arwani Munib memaparkan detail pembagian tugas mengajar bagi seluruh tenaga pendidik. Beliau menjelaskan bahwa secara umum tidak terdapat perubahan yang signifikan dalam susunan pembagian tugas kali ini, sehingga stabilitas kegiatan belajar mengajar diharapkan tetap terjaga. Namun, terdapat penyesuaian di beberapa lini dikarenakan adanya salah satu guru yang telah memasuki masa purna tugas (pensiun), sehingga reorganisasi kecil dilakukan untuk memastikan seluruh rombongan belajar tetap mendapatkan pelayanan pendidikan yang berkualitas. (adp)
Tinggalkan Komentar