Sleman (MTsN 8 Sleman) — Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., bersama Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Ika Sudaryatiningsih, S.Pd., mengikuti Sosialisasi Madrasah Ramah Anak (MRA) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah (K2M) MTs Kabupaten Sleman. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman selama dua hari, Kamis–Jumat (15–16/05/2025).
Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik. Hadir sebagai narasumber antara lain Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Drs. H. Tulus Dumadi, M.A., Pengawas Pembina Kemenag Sleman, Drs. Mujiyono, M.Pd.I., serta Dra. Hj. Ida Uswatun Hasanah, M.Pd.
Dalam paparannya, Tulus Dumadi menekankan bahwa penguatan Madrasah Ramah Anak harus terintegrasi dalam kurikulum dan sistem penerimaan peserta didik baru (SPMB) harus selaras dengan kebijakan PPDB. Ia juga mengingatkan agar jumlah siswa tidak melebihi kapasitas rombongan belajar, dan setiap penambahan harus mendapatkan izin terlebih dahulu. “Madrasah perlu menyusun SOP penanganan kasus seperti kekerasan atau tawuran dengan melibatkan guru, wali kelas, bahkan wali murid jika diperlukan,” tegasnya.
Sementara itu, Mujiyono menyoroti pentingnya komunikasi efektif antara madrasah dan orang tua. “SOP yang disusun harus disosialisasikan secara menyeluruh agar orang tua memahami peran serta tanggung jawabnya. Anak-anak harus bisa merasa nyaman dan bangga bersekolah di madrasah,” ujarnya.
Ida Uswatun Hasanah menambahkan bahwa madrasah juga harus berperan aktif dalam mencegah putus sekolah dan membantu mencarikan solusi pendidikan bagi siswa. Ia mendorong agar nilai-nilai Madrasah Ramah Anak dimasukkan dalam visi, misi, dan pembahasan kurikulum, termasuk pembelajaran berbasis karakter. “Prinsip memuliakan peserta didik harus menjadi kunci, dan kesepakatan kelas harus ditegakkan tanpa merugikan anak,” jelasnya.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan dukungannya terhadap implementasi MRA di madrasah. “Kami akan terus berbenah, baik dari sisi kebijakan maupun pelaksanaan kegiatan kesiswaan, agar MTsN 8 Sleman semakin ramah bagi semua peserta didik,” ujarnya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Ika Sudaryatiningsih, S.Pd., juga mengapresiasi arahan dan materi yang disampaikan dalam sosialisasi ini. “Kegiatan ini membuka wawasan kami tentang pentingnya membangun sistem kesiswaan yang tidak hanya disiplin tetapi juga mengedepankan kepedulian terhadap kondisi emosional dan sosial siswa. Kami akan mendorong seluruh guru dan wali kelas untuk memperkuat pendekatan humanis dan suportif kepada peserta didik,” ungkapnya.
Dengan mengikuti sosialisasi ini, MTsN 8 Sleman berkomitmen untuk memperkuat nilai-nilai ekosistem pembelajaran yang aman, inklusif, dan penuh kasih sayang sesuai dengan semangat pendidikan karakter di lingkungan madrasah. (idw)
Tinggalkan Komentar