MTsN 8 Sleman Ikuti Upacara Virtual dan Do’a Dzikir Peringatan HSN 2020

Sleman (MTsN 8 Sleman) – Hampir seluruh daerah di Indonesia, terutama di pondok pesantren dan madrasah menggelar berbagai macam kegiatan untuk para santri dan juga kegiatan yang memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2020. Dipimpin oleh Kepala Madrasah, Jazim Kholis, S.Ag. Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Sleman turut mengikuti rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) secara virtual di Masjid Nurul Ummah yang berada di lingkungan madrasah, Kamis (22/10/2020).

Tepat pukul 08.00 kegiatan ini diawali dengan mengikuti upacara Peringatan HSN 2020 secara virtual melalui channel Youtube Pendis Kemenag RI. Seluruh guru, pegawai dan beberapa perwakilan siswa tampak khidmat dalam mengikuti jalannya upacara.

Setelah mengikuti upacara virtual, rangkaian acara dilanjutkan dengan mengikuti Doa dan Dzikir Hari Santri untuk keselamatan seluruh bangsa Indonesia yang digelar oleh Kanwil Kemneterian Agama D.I. Yogyakarta. pembacaan doa dan dzikir dipimpin KH Muhammad Najib Abdul Qodir dari Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag DIY, Drs. H. Edhi Gunawan, M.Pd.l mengingatkan tentang peran historis para santri dalam memperjuangkan dan menjaga keutuhan NKRI. Berawal dari resulosi jihad untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia yang digaungkan oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945, kurang lebih dua minggu sebelum peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Resolusi Jihad punya dampak besar di Jawa Timur pada saat itu. Pada hari-hari berikutnya, ia menjadi pendorong keterlibatan kyai dan santri untuk ikut serta dalam Pertempuran 10 November 1945.

Peringatan Hari santri juga dapat menjadikan momentum atau tonggak yang membangun motivasi para santri merasa tetap mencintai NKRI. “Para santri bisa sebagai pelopor untuk selalu menjaga, merawat dan mengisi pembangunan di negara Indonesia,” ujar Edhi Gunawan dalam sambutannya.

Lebih lanjut, beliau mengatakan segala upaya perjuangan dan pengorbanan dari kyai dan santri terdahulu dalam mempertahankan kemerdekaan dan berjuang dengan segala fikiran, tenaga, harta benda bahkan jiwa, perlu kita panjatkan doa untuk para pejuang dan tokoh – tokoh pesantren tersebut. Dan patut kita syukuri, kemerdekaan bangsa Indonesia dapat dipertahankan sampai sekarang ini.(imm)