Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah

๐Ÿ’šSAYA CINTA MADRASAH ๐Ÿ’š

Madrasah lebih baik, Lebih baik Madrasah

Sewaktu kecil aku sekolah di SD Negeri dengan prestasi yang paspasan. Kegiatanku ketika itu sekolah di pagi hingga siang hari, dan sorenya sampai malam belajar agama di madrasah diniyah.
Ketika aku lulus SD tahun 1983 aku mendaftarkan ke SMPN 1 Piyungan yang waktu itu tergolong favorit, dan juga mendaftarkan diri di MTsN Piyungan yang mutunya bisa dibilang paspasan (dalam pandangan banyak orang) karena memang sarana prasarana yang diberikan dari pemerintah tidak seperti yang diberikan kepada SMP negeri.
Alhamdulillah diterima kedua-duanya, tapi aku memilih sekolah di MTsN yang mapel agamanya lebih banyak, karena dalam pandanganku sekolah yang mapel agamanya banyak pasti akan menciptakan generasi yang lebih baik akhlaknya.
Walaupun ketika itu bangunan gedung tempat belajar sangat jauh dari representatif, tapi aku tetap semangat belajar, bahkan dalam hatiku berkata “aku harus lebih pintar dari anak SMP” dan alhamdulillah nilai NEM ku tidak malu-maluin amat.
Selepas lulus MTsN aku mendaftar ke SMAN di jogja yang lumayan baik mutunya, dan aku juga mendaftar diri di MAN Yogyakarta 1, madrasah di bawah naungan Departemen Agama (kala itu). Saat itu alhamdulillah aku diterima di SMAN tersebut dan juga diterima di MAN Yogyakarta 1, yang dengan berbangga hati aku tetap memilih sekolah di MAN Yogyakarta 1 yang lebih banyak mapel agamanya, walaupun ketika penjurusan aku memilih jurusan A1/fisika.
Selama masa pendidikan di MAN Yogyakarta aku juga aktif mengikuti kegiatan OSIS, kepramukaan dan PMR sebagai pelajaran ekstra kurikuler di sore hari. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut ternyata sangat berpengaruh positif terhadap terbentuknya kepribadianku yang dapat aku rasakan sekarang ini.

Ketika aku lulus MAN Yogyakarta 1 guru IPA ku (pak Nur Muhammad) menyuruh aku mendaftar di F-MiPA UGM, tapi aku lebih memilih mendaftar di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan alhamdulillah diterima pada fakultas Tarbiyah jurusan Bahasa Arab.
Selama mengenyam pendidikan di kampus IAIN, selain mengikuti perkuliahan aku juga mengikuti kegiatan keorganisasian di PMII (Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia) dan juga masuk organisasi keprajuritan belanegara Menwa Batalyon 3 Yogyakarta.
Setahun setelah aku lulus dari kampus biru IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (tahun 1996), aku mendaftar formasi CPNS dan alhamdulillah bisa diterima mengisi formasi sebagai pegawai negeri di lingkungan Kanwil Departemen Agama Yogyakarta sebagai guru bahasa Arab pada Madrasah Tsanawiyah pada tahun 1998 hingga saat ini.

Begitu cinta dan bangganya aku (Jumanudin, M.Pd.I) terhadap madrasah, sehingga semasa aku sekolah maupun mengabdi pun tetap setia di jalur madrasah.
Hidup madrasah…
Madrasah lebih baik, lebih baik madrasah.
I โค๏ธ Madrasah

 

 

Penulis :

Jumanudin, M.Pd.I