Sleman (MTsN 8 Sleman) — Siswa kelas IX MTsN 8 Sleman menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti ujian praktik Pendidikan Agama Islam (PAI) yang digelar pada Senin (13/4/2026). Sejak pagi hari, para siswa telah bersiap dan mengikuti arahan dari para penguji dengan tertib. Ujian praktik ini menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan siswa dalam aspek ibadah secara langsung.
Pelaksanaan ujian praktik PAI berjalan dengan lancar dan terorganisir. Para siswa mengikuti setiap tahapan ujian dengan serius dan penuh tanggung jawab. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguatkan pemahaman siswa terhadap praktik ibadah sehari-hari.
Adapun guru penguji dalam ujian praktik ini adalah Daniel Arief Budiman, S.Hum. yang menguji praktik wudhu. Selain itu, Eti Maryati, S.Pd.I. bertugas menguji praktik salat dan hafalan doa sehari-hari. Sementara itu, Syifa Qurota A’yun, M.Pd.I. turut menguji praktik wudhu guna memastikan ketepatan gerakan dan bacaan siswa.
Salah satu penguji, Daniel Arief Budiman, S.Hum., menyampaikan bahwa ujian praktik ini memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan ibadah siswa. Ia menekankan bahwa praktik langsung akan lebih membekas dibandingkan hanya teori di kelas. “Kami berharap melalui ujian ini siswa benar-benar memahami dan mampu mempraktikkan wudhu dengan baik dan benar sesuai tuntunan, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam ujian praktik wudhu, siswa diminta untuk mempraktikkan mulai dari niat, urutan gerakan, hingga doa setelah wudhu dengan benar. Ketelitian dan kesesuaian dengan tuntunan menjadi aspek utama dalam penilaian. Para penguji memperhatikan setiap detail gerakan yang dilakukan oleh siswa.
Sementara itu, pada praktik salat dan hafalan doa, siswa diuji kemampuan dalam melaksanakan gerakan salat secara tertib serta melafalkan bacaan dengan benar. Hafalan doa sehari-hari juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Hal ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan ibadah yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat dan kesiapan yang ditunjukkan, para siswa diharapkan mampu memperoleh hasil terbaik. Ujian praktik ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga sebagai upaya pembentukan karakter religius siswa. Diharapkan nilai-nilai ibadah yang telah dipelajari dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (adp)
Tinggalkan Komentar