Sleman (MTsN 8 Sleman) โ Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa MTs se-Kabupaten Sleman menggelar pertemuan rutin di Perpustakaan MTsN 5 Sleman pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh 16 guru Bahasa Jawa dari MTs negeri dan swasta di Kabupaten Sleman ini berlangsung dengan penuh hangat dan diskusi yang konstruktif.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala MTsN 5 Sleman yang diwakili oleh Sigit Wahyu Haryono, S.Pd., karena Kepala Madrasah berhalangan hadir akibat mengikuti rapat koordinasi pimpinan (rakorpim). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta MGMP.
โKami mengucapkan selamat datang kepada bapak dan ibu anggota MGMP Bahasa Jawa di MTsN 5 Sleman. Mohon maaf apabila tempat yang kami sediakan masih sangat sederhana,โ ujar Sigit Wahyu Haryono, S.Pd.
Lebih lanjut, beliau menyoroti tantangan pembelajaran Bahasa Jawa di madrasah. โSelama ini Bahasa Jawa sering dianggap sulit oleh anak-anak, terutama pada ragam bahasa krama. Bahkan, Bahasa Jawa justru dirasa seperti bahasa asing oleh peserta didik,โ tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembinaan oleh pendamping MGMP Bahasa Jawa sekaligus pembina MGMP, Paijo, S.Ag., Kepala MTsN 10 Sleman. Dalam pembinaannya, beliau menegaskan pentingnya orientasi pembelajaran Bahasa Jawa yang tidak hanya berfokus pada materi.
โPembelajaran Bahasa Jawa jangan hanya ditekankan pada materi, tetapi lebih kepada akhlaknya, seperti penggunaan bahasa krama dan sikap unggah-ungguh dalam kehidupan sehari-hari,โ tegas Paijo, S.Ag.
Beliau juga mendorong MGMP untuk lebih aktif mengadakan kegiatan pengembangan kompetensi guru. โMGMP bisa mengadakan pelatihan-pelatihan dengan menghadirkan narasumber ahli di bidang Bahasa Jawa atau mengundang pengawas. Kegiatan tersebut nantinya juga bisa dibuatkan sertifikat yang ditandatangani oleh Kasi Dikmad,โ jelasnya.
Di akhir pembinaan, Paijo, S.Ag. berpesan agar komunikasi antaranggota MGMP terus terjalin dengan baik. โBangunlah komunikasi yang intens agar kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru dapat teratasi. Jika ada kasus di kelas, guru harus berusaha menyelesaikannya sendiri terlebih dahulu, karena itu merupakan tanggung jawab guru saat mengajar,โ pesannya.
Agenda selanjutnya adalah perkenalan anggota-anggota baru MGMP Bahasa Jawa serta penyampaian persepsi terkait modul ajar Bahasa Jawa kelas VII, VIII, dan IX MTs se-Kabupaten Sleman dengan pembelajaran mendalam berbasis kurikulum cinta. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Ketua MGMP Bahasa Jawa, Tutut Indrayani, S.Pd., yang mengarahkan diskusi agar tercapai kesepahaman bersama.
Novita Suryaningtyas Sitoresmi, salah satu peserta MGMP, guru Bahasa Jawa dari MTsN 8 Sleman, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pertemuan MGMP yang diselenggarakan setiap tiga bulan sekali ini sangat bermanfaat sebagai wadah berbagi pengalaman dan solusi dalam pembelajaran Bahasa Jawa.
Dengan adanya pertemuan ini, MGMP Bahasa Jawa diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter luhur kepada peserta didik. (nss)
Tinggalkan Komentar