Sleman (MTsN 8 Sleman) – Dua guru MTsN 8 Sleman, Andriyani Dwi Puspitahadi, S.Pd. dan Novita Suryaningtyas Sitoresmi, S.Pd., mengikuti kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Kementerian Agama melalui platform MOOC dengan tema “ASN Berintegritas.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring mulai tanggal 25 hingga 29 Mei 2026. Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya peningkatan kompetensi sekaligus penguatan karakter bagi Aparatur Sipil Negara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan penguatan integritas ASN. Materi yang disampaikan antara lain mengenai korupsi, gratifikasi, benturan kepentingan, serta berbagai bentuk pelanggaran etika yang dapat terjadi dalam lingkungan kerja. Selain itu, peserta juga diajak memahami langkah-langkah yang tepat ketika menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan pelanggaran integritas serta cara melaporkannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui penyampaian materi yang sistematis, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya menjaga kejujuran dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Berbagai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan ASN turut dibahas untuk memberikan gambaran nyata tentang penerapan nilai-nilai integritas. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan kerja.
Andriyani Dwi Puspitahadi, S.Pd. menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat mudah dipahami dan relevan dengan tugas ASN. Menurutnya, para narasumber mampu menjelaskan materi dengan bahasa yang sederhana serta memberikan contoh-contoh yang jelas. “Pelatihan ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya menjaga integritas dan bagaimana bersikap ketika menghadapi situasi yang berkaitan dengan korupsi maupun gratifikasi,” ungkapnya.
Kepala MTsN 8 Sleman mengapresiasi keikutsertaan para guru dalam kegiatan pengembangan kompetensi tersebut. Menurutnya, peningkatan pengetahuan tentang integritas sangat penting untuk mendukung terwujudnya budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel di lingkungan madrasah. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari serta menjadi contoh positif bagi peserta didik dan seluruh warga madrasah. (adp)
Tinggalkan Komentar