Sleman (MTsN 8 Sleman) — Suasana haru menyelimuti puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-48 MTsN 8 Sleman saat prosesi wisuda tahfidz digelar pada Kamis, 30 April 2026. Momen ini menjadi salah satu rangkaian acara paling menyentuh, ketika para wisudawan dan wisudawati tidak hanya menerima apresiasi atas capaian hafalan Al-Qur’an mereka, tetapi juga mempersembahkan penampilan istimewa untuk orang tua dan tamu undangan.
Para wisudawan dan wisudawati tampil membawakan lagu berjudul Sahabat Qur’an yang dipadukan dengan pembacaan puisi bertema kecintaan terhadap Al-Qur’an. Lirik lagu yang sarat makna, ditambah dengan penghayatan mendalam saat pembacaan puisi, membuat suasana auditorium berubah menjadi penuh keharuan. Sejumlah orang tua dan tamu undangan tampak menitikkan air mata, larut dalam setiap bait yang disampaikan.
Persembahan tersebut bukanlah hasil instan. Para wisudawan telah mempersiapkannya secara intensif selama dua minggu dengan latihan rutin setiap hari. Kesungguhan mereka dalam berlatih terlihat jelas dari kekompakan dan penghayatan saat tampil di atas panggung.
Puncak emosi terjadi sesaat setelah penampilan usai. Para wisudawan dan wisudawati bergegas turun dari panggung dan menghampiri orang tua masing-masing. Mereka menyerahkan sekuntum bunga sembari menghaturkan hormat dan bakti. Momen itu seketika memecah suasana. Tangis haru tak terbendung, baik dari para siswa maupun orang tua yang hadir.
Pelukan hangat antara anak dan orang tua menjadi gambaran nyata dari perjalanan panjang yang telah dilalui bersama. Usaha, doa, dan pengorbanan yang selama ini dijalani seakan terbayar dalam satu momen penuh makna tersebut.
Salah seorang guru, Anita, mengaku tidak mampu menahan haru saat menyaksikan prosesi tersebut. “Saya benar-benar terharu. Ini bukan sekadar penampilan, tapi ungkapan cinta dan bakti anak kepada orang tua. Momen seperti ini sangat menyentuh dan sulit dilupakan,” ujarnya.
Wisuda tahfidz dalam puncak HAB ke-48 ini tidak hanya menjadi seremoni penghargaan atas capaian akademik keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya peran keluarga dalam mendampingi proses belajar anak. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai spiritual.
Dengan suasana yang penuh makna dan emosi, prosesi wisuda tahfidz tahun ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin, sekaligus menjadi penutup yang kuat dalam rangkaian peringatan HAB ke-48 MTsN 8 Sleman. (nss)
Tinggalkan Komentar