Sleman (MTsN 8 Sleman) — Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-48 MTsN 8 Sleman yang dilaksanakan pada Kamis (30/4/2026) berlangsung dengan khidmat, meriah, dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi ajang penting yang tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, semangat pengabdian, serta komitmen seluruh warga madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Berbagai pihak turut hadir dalam kegiatan ini, mulai dari unsur Kementerian Agama, tenaga pendidik, siswa, hingga wali murid, yang bersama-sama menyukseskan jalannya acara.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., dalam sambutannya secara langsung menyampaikan apresiasi terhadap rangkaian kegiatan HAB yang telah dilaksanakan dengan baik. Ia menuturkan, “Rangkaian kegiatan yang bermanfaat ini semoga selalu dipermudah dan dilancarkan. Ini menunjukkan bahwa MTsN 8 Sleman mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan memiliki nilai kebermanfaatan yang luas.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pelaksanaan wisuda tahfidz yang menjadi bagian penting dari puncak acara. Ia menyampaikan, “Wisuda tahfidz tahun ini diikuti oleh 82 siswa. Ini merupakan hasil dari kerja sama yang luar biasa sehingga setiap tahun mengalami peningkatan.” Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata keseriusan madrasah dalam membina generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual yang kokoh.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa HAB tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan. Ia secara tegas menyatakan, “HAB tidak hanya seremoni, bukan hanya event tahunan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai momentum refleksi dan evaluasi. Kita harus melihat apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum dilakukan.” Ia juga mengingatkan pentingnya sikap introspeksi dalam melakukan evaluasi, dengan mengatakan, “Jangan mencari kesalahan orang lain, tetapi lakukan evaluasi terhadap diri sendiri agar ke depan bisa menjadi lebih baik.”
Ia juga mengungkapkan bahwa dengan semakin luasnya program-program yang dijalankan pada tahun 2025, tentu terdapat berbagai catatan dan hambatan yang perlu menjadi perhatian bersama. “Dengan meluasnya program, pasti ada hambatan yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, refleksi dan evaluasi menjadi hal yang sangat penting agar kita dapat terus melakukan perbaikan,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya proses evaluasi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas program madrasah.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa semangat HAB tidak boleh berhenti hanya pada hari pelaksanaan saja. Ia menyampaikan, “HAB tidak berhenti saat hari H saja. Ke depan akan ada program-program spektakuler yang harus kita siapkan dan laksanakan pada tahun 2026.” Hal ini menunjukkan adanya komitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan program yang lebih baik di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah diwisuda tahfidz. Ia menyampaikan, “Wisuda tahfidz ini adalah pencapaian yang luar biasa. Namun, ini bukan akhir dari segalanya, melainkan awal untuk terus meningkatkan hafalan.” Ia menegaskan bahwa capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa, orang tua, dan seluruh pihak untuk terus mendukung perkembangan hafalan Al-Qur’an.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan kepada para siswa. Ia menyampaikan, “Mari kita doakan agar anak-anak kita mampu menjaga dan merawat hafalan mereka. Jangan sampai hafalan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi harus bisa memberikan manfaat bagi orang lain.” Ia juga menegaskan bahwa hal tersebut sejalan dengan visi Kementerian Agama Kabupaten Sleman, yaitu mewujudkan “Sleman Religi” yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. (adp)
Tinggalkan Komentar