Sleman (MTsN 8 Sleman) – Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari MTsN 8 Sleman mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang diselenggarakan di MTsN 3 Sleman pada Rabu (15/04/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru PJOK MTs se-Kabupaten Sleman sebagai wadah koordinasi dan peningkatan kompetensi guru.
Dalam kegiatan tersebut, materi difokuskan pada pembuatan administrasi guru dalam rangka penerapan Kurikulum Cinta. Materi disampaikan oleh Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Asih Budiati, S.Pd., M.Si., yang memberikan penjelasan terkait pentingnya perencanaan pembelajaran yang terstruktur dan berorientasi pada penguatan karakter.
Dari MTsN 8 Sleman, kegiatan ini diikuti oleh dua guru PJOK, yaitu Drs. Muhammad Jafron dan Himawan Bayu Nugroho, S.Pd.. Keduanya mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam diskusi terkait penyusunan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Cinta.
Salah satu guru PJOK, Drs. Muhammad Jafron, menyampaikan bahwa kegiatan MGMP sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman terkait administrasi pembelajaran. βKegiatan ini sangat membantu kami dalam memahami penyusunan administrasi yang sesuai dengan Kurikulum Cinta. Selain itu, kami juga bisa berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan guru PJOK dari madrasah lain,β ungkapnya.
Senada dengan itu, Himawan Bayu Nugroho, S.Pd., menambahkan bahwa forum MGMP menjadi ruang penting untuk pengembangan profesional guru. βMelalui MGMP, kami mendapatkan wawasan baru dan pembaruan terkait kebijakan kurikulum. Harapannya, ilmu ini dapat kami terapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di madrasah,β ujarnya.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., menyampaikan dukungannya terhadap keikutsertaan guru dalam kegiatan MGMP sebagai upaya peningkatan profesionalisme. βKegiatan MGMP sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam menyusun administrasi pembelajaran yang sesuai dengan kebijakan kurikulum terbaru. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembelajaran di madrasah,β ungkapnya.
Melalui kegiatan MGMP ini, diharapkan para guru PJOK dapat semakin memahami dan mampu menyusun administrasi pembelajaran yang efektif, sehingga implementasi Kurikulum Cinta di madrasah dapat berjalan optimal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan mempererat silaturahmi antar guru PJOK se-Kabupaten Sleman. (idw)
Tinggalkan Komentar