Sleman (MTsN 8 Sleman)— Sejumlah guru MTsN 8 Sleman memanfaatkan waktu luang di bulan Ramadan dengan kegiatan kreatif membatik pada Jumat, 20 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang batik madrasah saat para siswa masih menjalani pembelajaran mandiri di rumah masing-masing.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Rochmat Rapih Raharja, S.Pd., guru batik MTsN 8 Sleman yang akrab disapa Rapih. Guru-guru yang turut berpartisipasi dengan antusias antara lain Muflikhatun Ni’mah, S.Pd., Fitra Permata Sari, S.Psi., Sri Utaminingrum, S.Pd., dan Novita Suryaningtyas Sitoresmi, S.Pd.
Sebagaimana diketahui, MTsN 8 Sleman dikenal memiliki keunggulan di bidang batik. Oleh karena itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung dan menguatkan identitas madrasah sebagai sekolah berbasis keterampilan dan budaya, khususnya dalam seni membatik.
Pada kesempatan itu, para guru membuat motif batik ciprat. Tahap awal dimulai dengan Rapih menorehkan malam menggunakan kuas pada kain sehingga membentuk kesan cipratan sebagai pola dasar. Setelah pola cipratan terbentuk, keempat guru tersebut menambahkan isen-isen pada motif ciprat menggunakan canting untuk memperkaya detail dan memperindah tampilan kain.
Proses nyanting membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Para guru harus berhati-hati agar tidak terkena cairan malam panas yang dapat mengejutkan kulit. Selain itu, malam yang ditorehkan melalui canting juga berisiko mblobor atau merembes sehingga tidak membentuk motif yang diharapkan apabila kurang cermat.
Di sela-sela kegiatan, Rapih memberikan arahan teknis kepada rekan-rekannya.
“Pada saat proses nyanthing, kita bisa menahan napas sebentar supaya guratan yang dihasilkan bisa konsisten dan maksimal. Oleh karena itu dibutuhkan olah rasa dalam proses ini,” terangnya.
Setelah tahap nyanthing selesai, kegiatan dilanjutkan dengan proses pewarnaan kain sesuai selera masing-masing. Namun, pada hari itu proses membatik hanya sampai pada tahap pewarnaan. Tahapan selanjutnya, yakni penguncian warna menggunakan waterglass dan pencucian kain, direncanakan akan dilaksanakan pada hari Senin mendatang.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., turut mengapresiasi inisiatif para guru dalam mengisi waktu luang selama Ramadan dengan kegiatan yang produktif.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Di tengah pembelajaran mandiri siswa selama Ramadan, para guru tetap mampu memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif dan produktif. Semoga kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi yang lain,” ungkapnya.
Kegiatan membatik ini menjadi bukti bahwa semangat berkarya tetap tumbuh di tengah suasana Ramadan, sekaligus mempererat kebersamaan antar guru di lingkungan madrasah serta memperkuat ciri khas MTsN 8 Sleman sebagai madrasah yang unggul dalam bidang batik. (nss)
Tinggalkan Komentar