Sleman (MTsN 8 Sleman) – Keluarga besar MTsN 8 Sleman melaksanakan kegiatan takziyah ke rumah mantan guru MTsN 8 Sleman, Nevi Widayastuti, pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk empati dan solidaritas atas wafatnya ibunda beliau, Ibu Sutafti, yang meninggal dunia setelah mengalami sakit. Takziyah diikuti oleh sejumlah guru dan pegawai MTsN 8 Sleman yang hadir untuk memberikan dukungan moril serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Ibu Sutafti diketahui telah menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya berpulang. Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, khususnya bagi Ibu Nevi Widayastuti. Suasana rumah duka tampak dipenuhi pelayat yang datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa. Kehadiran rombongan dari MTsN 8 Sleman menjadi bukti bahwa tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan tetap terjalin erat meskipun Ibu Nevi sudah tidak lagi aktif mengajar di madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, para guru dan pegawai MTsN 8 Sleman turut menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam kepada keluarga. Mereka mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Takziyah juga menjadi momen untuk mengenang kebaikan almarhumah semasa hidup serta mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga madrasah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Waka Humas MTsN 8 Sleman, Hj. Rini Sri Hastuti, S.Pd., yang secara langsung menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada Ibu Nevi Widayastuti dan keluarga. Dalam penyampaiannya, beliau mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Semoga almarhumah Ibu Sutafti diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” tutur Rini Sri Hastuti, S.Pd. dengan penuh haru.
Setelah prosesi takziyah di rumah duka, diketahui bahwa pemakaman almarhumah dilaksanakan di Klurak Baru, Prambanan. Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat, dihadiri oleh keluarga besar serta masyarakat sekitar. Suasana duka menyelimuti pemakaman, namun doa-doa terus dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah yang telah berpulang.
Kegiatan takziyah ini menjadi wujud nyata kepedulian dan rasa kebersamaan keluarga besar MTsN 8 Sleman. Tidak hanya sebagai bentuk belasungkawa, namun juga sebagai sarana mempererat silaturahmi serta menumbuhkan nilai-nilai sosial dan keagamaan di lingkungan madrasah. MTsN 8 Sleman berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi budaya positif yang mencerminkan kekompakan, solidaritas, serta kepedulian antar sesama. (adp)
Tinggalkan Komentar