Sleman (MTsN 8 Sleman) โ Semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas MTsN 8 Sleman kembali terpancar nyata melalui aksi sosial yang dilakukan pada Senin (22/12/2025). Mengawali pekan dengan langkah mulia, perwakilan guru dan pegawai madrasah melakukan kunjungan kasih ke kediaman salah satu rekan pendidik, Bapak Muhammad Jafron. Kehadiran rombongan ini bertujuan untuk menjenguk serta memberikan dukungan spiritual bagi ibu mertua dari Bapak Jafron yang sedang mengalami gangguan kesehatan, sebagai bentuk solidaritas antar sesama anggota keluarga besar madrasah.
Rombongan yang membawa misi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Rini Sri Hastuti, S.Pd. Dalam pertemuan yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh keakraban tersebut, Rini menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kondisi kesehatan ibunda mertua Bapak Jafron. Beliau menegaskan bahwa kunjungan ini adalah bentuk nyata dari rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi di lingkungan MTsN 8 Sleman, di mana orang tua dari rekan sejawat juga dianggap sebagai bagian dari orang tua besar madrasah.
“Keluarga adalah pondasi utama kita dalam bekerja. Ketika ada anggota keluarga dari rekan kami yang sedang sakit, tentu kami ikut merasakan bebannya. Kami datang untuk memberikan dukungan moril agar Bapak Jafron sekeluarga tetap sabar dan optimis dalam merawat ibunda,” ungkap Rini Sri Hastuti. Pesan-pesan penguat hati ini disampaikan sebagai bentuk empati agar keharmonisan antara kehidupan pribadi dan profesionalitas sebagai pendidik tetap terjaga meski sedang menghadapi ujian di rumah.
Mendapat kunjungan yang tidak disangka dari rekan-rekan kerjanya, raut wajah Bapak Muhammad Jafron beserta keluarga tampak bercampur antara senang dan haru. Kehadiran delegasi madrasah di kediaman mereka dianggap sebagai suntikan semangat yang sangat berarti. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Jafron tak henti-hentinya mengucap syukur atas perhatian yang diberikan oleh institusi tempatnya mengabdi, yang tidak hanya menuntut kinerja tetapi juga memberikan kasih sayang secara personal.
“Kami sekeluarga merasa sangat senang dan terharu atas kehadiran Bapak dan Ibu semua. Terimakasih banyak atas kunjungan dan doa yang diberikan untuk ibu kami. Perhatian ini sungguh menjadi penghibur bagi kami di tengah kondisi seperti ini,” ujar Muhammad Jafron dengan nada penuh ketulusan. Ungkapan tersebut mencerminkan betapa besarnya dampak psikologis dari sebuah kunjungan sederhana yang dilandasi oleh niat tulus untuk saling mendoakan dan menguatkan satu sama lain.
Kegiatan anjangsana ini diakhiri dengan doa bersama yang dipanjatkan khusus untuk kesembuhan sang ibunda agar segera diberikan kesehatan yang paripurna. Tradisi menjenguk keluarga yang sakit ini terus dilestarikan oleh MTsN 8 Sleman sebagai bagian dari budaya organisasi yang humanis. Dengan memperkuat tali ukhuwah atau persaudaraan di luar jam sekolah, madrasah meyakini akan tercipta kerja sama tim yang lebih solid dan penuh dedikasi dalam memajukan dunia pendidikan di masa depan. (adp)
Tinggalkan Komentar