Sleman (MTsN 8 Sleman) — Batik karya siswa MTsN 8 Sleman menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) yang digelar pada Jumat (5/12/2025) di aula MTsN 8 Sleman. Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampil elok dan mempesona, mengenakan serta mempertunjukkan batik hasil karya mereka sendiri. Corak yang variatif, warna yang harmonis, serta keberanian dalam berkreasi membuat para tamu undangan memberikan apresiasi tinggi.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kreativitas para siswa. Ia menegaskan bahwa MTsN 8 Sleman merupakan madrasah yang memiliki program keterampilan batik, sehingga pihak madrasah mencetuskan istilah SASKARA (Satu Siswa Satu Karya) sebagai identitas dan budaya berkarya. Melalui program ini, setiap siswa diharapkan mampu menghasilkan minimal satu karya batik sebagai bentuk pengembangan talenta serta pelestarian budaya bangsa.
“Batik bukan hanya keterampilan, tetapi warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Melalui SASKARA, kami ingin menanamkan karakter kreatif, mandiri, dan cinta budaya kepada seluruh siswa,” ujar Agus Sholeh dalam acara tersebut.
Sementara itu, Tim Penilai PKKM yang dipimpin oleh Dr. Girmono, S.Ag., M.A. memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penampilan para siswa. Ia mengungkapkan bahwa kreativitas siswa MTsN 8 Sleman mencerminkan kuatnya pembinaan madrasah dalam bidang keterampilan berbasis budaya. Menurutnya, batik karya siswa tidak hanya indah, tetapi juga menunjukkan proses pembelajaran yang terarah dan berkesinambungan.
“Ini adalah bentuk praktik baik dari madrasah keterampilan. Karya siswa sangat layak diapresiasi dan menunjukkan bahwa MTsN 8 Sleman mampu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal,” ujar Dr. Girmono.
Penampilan batik siswa pada PKKM ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mengembangkan pendidikan berbasis budaya, serta menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh siswa. Acara ditutup dengan tepuk tangan meriah dari tim penilai, guru, dan seluruh hadirin yang hadir. (adp)
Tinggalkan Komentar