Info Sekolah
Selasa, 05 Mei 2026
  • Selamat datang peserta didik baru MTs Negeri 8 Sleman dalam kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun Ajaran 2025/2026
  • Selamat datang peserta didik baru MTs Negeri 8 Sleman dalam kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun Ajaran 2025/2026
5 Oktober 2025

Kepala MTsN 8 Sleman Sampaikan Sambutan Pada Puncak Peringatan Hari Batik Nasional

Ming, 5 Oktober 2025 Dibaca 92x

Sleman (MTsN 8 Sleman) — Rangkaian Pekan Batik MTsN 8 Sleman 2025 yang digelar sejak 30 September hingga 2 Oktober berlangsung penuh semangat dan kreativitas. Kegiatan ini menjadi sarana bagi para siswa untuk mengenal dan mencintai batik melalui berbagai teknik, seperti jumputan, shibori, ecoprint, jumput jelujur, ciprat, cap, hingga tulis, sekaligus membentuk karakter tekun, disiplin, dan cinta budaya.

Sebagai madrasah yang dikenal memiliki keterampilan batik khas batik ciprat, MTsN 8 Sleman terus berupaya mengembangkan potensi seni dan budaya melalui kegiatan pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. Batik ciprat, dengan corak dan warna yang dinamis, telah menjadi identitas khas madrasah ini sekaligus simbol semangat inovasi dan kebersamaan di antara siswa.

Dalam sambutannya pada puncak acara yang digelar pada Kamis (02/10/2025), Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., menyampaikan bahwa Pekan Batik bukan sekadar kegiatan seni, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan pelestarian budaya di madrasah. “Pekan Batik ini kami hadirkan sebagai ruang belajar yang menyenangkan, tempat siswa berproses, berkreasi, dan memahami filosofi batik. Dari sini mereka belajar menghargai warisan budaya, berlatih kesabaran, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap karya sendiri,” ujar Agus Sholeh.

Lebih lanjut, Agus Sholeh menekankan bahwa kegiatan membatik memberikan pengalaman belajar yang utuh bagi siswa—menggabungkan nilai estetika, keterampilan, dan karakter. Ia juga mengapresiasi semangat seluruh guru pembimbing dan siswa yang telah berpartisipasi aktif dalam setiap tahap kegiatan. “Kami ingin agar madrasah menjadi tempat di mana budaya tidak hanya dikenalkan, tetapi juga dihidupkan melalui karya nyata. Melalui proses membatik, siswa belajar menghargai waktu, kerja sama, dan ketekunan,” imbuhnya.

Puncak Pekan Batik Nasional di MTsN 8 Sleman ditandai dengan peluncuran BACEFLY (Batik Cap Eco Friendly), sebuah inovasi batik ramah lingkungan hasil karya guru dan siswa madrasah. Inovasi ini menonjolkan penggunaan alat cap dari bahan daur ulang, seperti kertas karton dan bahan bekas pakai yang dibentuk menjadi pola batik. “BACEFLY bukan sekadar batik cap, tetapi simbol semangat berkarya siswa madrasah yang cinta budaya dan peduli lingkungan. Melalui penggunaan bahan daur ulang ini, kami ingin menanamkan nilai tanggung jawab terhadap alam sejak dini,” tutur Agus Sholeh menutup sambutannya.

Acara puncak juga diisi dengan kegiatan membatik massal, pameran hasil karya batik siswa, serta fashion show batik ciprat yang menampilkan hasil kreasi dari berbagai kelas. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Abdul Naim, S.Ag., M.Si., H. Sangaji, S.HI., dan Drs. Daryono, M.Pd., tokoh masyarakat sekitar dan perwakilan orang tua/wali yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas semangat pelestarian budaya yang diusung MTsN 8 Sleman.

Melalui kegiatan ini, MTsN 8 Sleman semakin mempertegas eksistensinya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga konsisten melestarikan budaya batik melalui pembelajaran berbasis keterampilan dan karakter, dengan batik ciprat sebagai ciri khas unggulannya. (idw)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Lokasi Madrasah

Our Visitor

8 3 5 4 9 1
Users Today : 484
Users Yesterday : 658
Users This Month : 2656
Users This Year : 76352
Total Users : 835491
Views Today : 653
Who's Online : 5