Sleman (MTsN 8 Sleman) — Pelaksanaan gladi bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di MTsN 8 Sleman berlanjut pada Rabu (20/08/2025). Setelah pada hari pertama siswa mengerjakan tes numerasi dan survei lingkungan belajar, pada hari kedua mereka mengikuti tes literasi serta survei karakter.
Kegiatan berlangsung di tiga ruang laboratorium komputer yang telah dipersiapkan khusus untuk ANBK. Sejak pagi, para siswa kelas VIII sudah tampak bersiap dengan penuh semangat. Meski beberapa terlihat masih canggung menghadapi soal berbasis komputer, secara keseluruhan mereka mampu beradaptasi dengan baik.
Tes literasi menguji kemampuan siswa dalam memahami, menggunakan, dan merefleksikan berbagai jenis teks. Soal yang diberikan tidak hanya menuntut keterampilan membaca, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dalam menafsirkan informasi. Salah satu peserta, Rizki Anasti, mengungkapkan bahwa soal literasi menantang namun menarik. “Soalnya banyak bacaan, jadi harus teliti. Tapi saya merasa ini bermanfaat untuk melatih cara berpikir lebih kritis,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan tes literasi, siswa mengisi survei karakter. Survei ini dirancang untuk memotret nilai-nilai yang berkembang pada peserta didik, termasuk aspek integritas, kemandirian, toleransi, dan gotong royong. Melalui survei ini, madrasah diharapkan dapat memperoleh gambaran lebih utuh tentang kondisi dan kebutuhan siswa dalam penguatan pendidikan karakter.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Muhammad Arwani Munib, S.Th.I., M.Pd., menyampaikan bahwa gladi bersih hari kedua menjadi bagian penting dari persiapan ANBK utama pada 25–26 Agustus mendatang. “Selain untuk memastikan kesiapan teknis, gladi ini juga melatih konsentrasi siswa dalam menghadapi asesmen yang durasinya cukup panjang. Hasil survei karakter pun sangat penting sebagai dasar penguatan pembinaan siswa di madrasah,” jelasnya.
Proktor ANBK, Imam Taufiq, S.Kom., menambahkan bahwa tidak ditemukan kendala berarti pada hari kedua gladi. “Server stabil, jaringan internet lancar, dan perangkat komputer berfungsi dengan baik. Siswa pun lebih terbiasa menggunakan aplikasi ANBK dibanding hari pertama,” tuturnya.
Sebagai informasi, ANBK merupakan program evaluasi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. ANBK tidak digunakan untuk menentukan kelulusan siswa maupun peringkat sekolah, melainkan untuk memotret mutu pendidikan secara nasional. Melalui ANBK, pemerintah memperoleh data penting mengenai kompetensi literasi, numerasi, serta profil karakter siswa yang dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Pelaksanaan gladi bersih selama dua hari ini memberi gambaran positif bagi MTsN 8 Sleman. Pihak madrasah optimis ANBK utama nanti dapat berjalan sukses. Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., berharap siswa dapat memanfaatkan momentum ANBK sebagai sarana evaluasi diri sekaligus peningkatan kualitas belajar. “ANBK bukan untuk menentukan kelulusan, tetapi untuk memotret mutu pendidikan. Semoga anak-anak dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh dan memberikan hasil terbaik,” pesannya.
Dengan berakhirnya gladi bersih hari kedua ini, seluruh siswa kini lebih siap menghadapi pelaksanaan resmi ANBK pada 25–26 Agustus 2025. (idw)
Tinggalkan Komentar